TABLOIDELEMEN.COM – Keterlibatan orang tua murid dalam penyelenggaraan pendidikan memegang peranan sangat penting.
Penyelenggaraan pendidikan tidak akan mencapai keberhasilan tanpa partisipasi aktif dari para orang tua murid.
Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Dartini, menegaskan hal tersebut saat menghadiri Rapat Pleno Komite SMP Negeri 2 Purbalingga di aula pertemuan sekolah setempat, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Rapat tersebut mengusung agenda utama penyampaian serta koordinasi program kerja Komite Sekolah.
Dartini menjelaskan bahwa dukungan orang tua mencakup banyak bidang, bukan sekadar memikirkan sumbangan dana.
“Orang tua wajib terlibat langsung dalam pembentukan karakter, pembelajaran mendalam, kegiatan intrakurikuler, hingga kegiatan ekstrakurikuler murid,” katanya.
Menurutnya, sekolah membutuhkan kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) agar mampu menyelesaikan berbagai dinamika internal tanpa harus mengategorikannya sebagai pelanggaran besar.
“Pendekatan ini membutuhkan keselarasan nilai antara lingkungan sekolah dan pola asuh orang tua di rumah,” tuturnya.
Selain partisipasi aktif, Dartini juga mengingatkan orang tua murid untuk mensukseskan program Sekolah Sehat Berkarakter.
Kemendikdasmen menjadikan program gabungan lomba sekolah sehat dan lomba sekolah berkarakter ini sebagai prioritas kebijakan utama.
“Program sekolah sehat mencakup lima fokus utama, yaitu Sehat Bergizi, Sehat Fisik, Sehat Imunisasi, Sehat Jiwa, dan Sehat Lingkungan,” katanya.
Sinergi Komite Sekolah dan Orang Tua Murid
Ia menambahkan pengembangan sekolah berkarakter berakar pada profil pelajar Pancasila yang kini terintegrasi ke dalam delapan area Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
Dartini menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Fenomena perundungan (bullying) masih menjadi tantangan nyata yang membutuhkan penanganan serius.
Lingkungan keluarga harus menerapkan aturan serta pembagian waktu (time zone) yang jelas mengenai penggunaan gawai atau HP pada anak.
Orang tua perlu menentukan kapan dan di mana anak boleh memegang HP agar mereka tidak menghabiskan waktu seharian di depan layar, terutama saat berada di tempat ibadah atau meja makan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite SMP Negeri 2 Purbalingga, Pramulartono menyampaikan kondisi terkini terkait pemenuhan tenaga pengajar.
Sekolah saat ini mengalami kekurangan 16 guru, dan angka tersebut akan bertambah menjadi 21 guru karena lima pengajar memasuki purna tugas tahun depan.
“Kendati demikian, Kepala Sekolah hanya mengajukan permohonan pemenuhan 12 guru terlebih dahulu secara bertahap.
Sebelum rapat pleno, pihak komite telah mengumpulkan perwakilan orang tua melalui paguyuban kelas pada hari Rabu lalu.
“Hari ini kami menyelenggarakan pertemuan bersama seluruh orang tua murid yang bertujuan menyamakan persepsi serta memetakan kebutuhan operasional proses pembelajaran,”katanya.
Solusi Mandiri Hadapi Kekurangan Guru
Wakil Ketua Paguyuban Kelas 7A, Trisnanto Budidoyo, menyatakan keprihatinannya atas keterbatasan jumlah guru saat ini.
Para orang tua murid yang tergabung dalam paguyuban tidak menutup mata dan telinga dengan kekurangan guru saat ini.
Ia mengaku pernah mendapati adanya guru Bahasa Indonesia yang terpaksa mengajar mata pelajaran olahraga.
“Kami prihatin sekali ada guru Bahasa Indonesia merangkap guru olahraga. Intinya kami para orang tua murid tidak menutup mata dan telinga atas kekurangan guru ini,” tegasnya.
Oleh karena itu lanjut Trinsnanto, para orang tua murid menyepakati dan mendorong komite sekolah untuk mencukupi kekurangan 12 guru itu.
Pertimbangannya karena memang tidak ada penambahan guru dari pemerintah untuk saat ini.
“Kita sepakat akan urunan sukarela. Istilah kata bantingan dana untuk mencukupi pembiayaan itu. Semua itu kan untuk anak-anak kita,” katanya.
Senada dengan hal itu, Indri Kurniasih orang tua murid kelas 7H menyatakan kesiapan paguyuban untuk menyokong kebutuhan sekolah.
Para orang tua murid menyepakati iuran sukarela tanpa mematok nominal tertentu.
“Seluruh orang tua memprioritaskan pemenuhan guru demi kelancaran serta kenyamanan pembelajaran para anak-anak kami,” katanya.
Kepala SMP Negeri 2 Purbalingga, Lelly Faizatillah, mengapresiasi tinggi besarnya dukungan dari para orang tua murid.
Hingga Oktober 2026, sekolah memang masih mengalami keterbatasan tenaga pendidik ahli untuk beberapa mata pelajaran.
Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat mengukir prestasi.
Prestasi tersebut mencakup bidang olahraga, seni, juara baca puisi tingkat kabupaten, hingga meraih Piala Bergilir Bupati Purbalingga dalam Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB).
“Selama tiga bulan terakhir membersamai, para murid SMP Negeri 2 Purbalingga berhasil memboyong 23 trofi kejuaraan,” pungkasnya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita





















