TABLOIDELEMEN.COM – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Purbalingga R Budi Setiawan mengapresiasi tinggi perjuangan para atlet serta pelatih di Porprov Jateng XVII 2026.
“Keberhasilan menembus jajaran papan tengah peringkat 20 membuktikan efektivitas program pembinaan atlet Kabupaten Purbalingga,” katanya, Santu 31 Oktober 2026.
Ia mengatakan, persaingan ketat antarkabupaten maupun kota menuntut kesiapan fisik, mental, hingga strategi matang pada setiap cabang olahraga.
Raihan prestasi manis ini menjadi kebanggaan besar seluruh warga masyarakat.
“Atlet Purbalingga berhasil menjawab tantangan berat tersebut lewat raihan podium yang membanggakan,” katanya.
Budi menuturkan, kontingen Kabupaten Purbalingga mencatatkan rekor prestasi tertinggi sepanjang sejarah keikutsertaan mereka dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah.
Para Atlet sukses mengumpulkan 14 medali emas, 17 perak, serta 13 perunggu pada ajang Porprov Jateng XVII 2026 di Semarang Raya.
Torehan emas tersebut melonjak hampir lima kali lipat ketimbang capaian edisi sebelumnya.
“Hasil gemilang ini sekaligus mengantarkan Purbalingga menembus target posisi 20 besar klasemen akhir,” tuturnya.
Evaluasi Pembinaan Olahraga Purbalingga Tunjukkan Hasil Positif
Ia memaparkan, peningkatan prestasi ini terlihat sangat kontras jika membandingkan data ajang terdahulu.
Kontingen Purbalingga hanya membawa pulang tiga medali emas, 10 perak, dan 21 perunggu pada Porprov 2023 di Pati Raya.
Perolehan tersebut meletakkan posisi daerah pada urutan ke-31.
Sementara itu, ajang Porprov 2018 di Surakarta menghasilkan tujuh emas, sembilan perak, serta 17 perunggu yang menempatkan kontingen pada peringkat ke-25.
“Torehan sejarah baru tahun 2026 membuktikan lonjakan kualitas atlet yang sangat luar biasa,” katanya.
Ia mengatakan, pengurus KONI Purbalingga akan fokus untuk mempertahankan konsistensi grafik kenaikan prestasi tersebut.
Karena, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama KONI Purbalingga terus berkomitmen memperkuat sarana latihan serta dukungan anggaran secara intensif.
“Pembenahan porsi latihan secara berkala menjadi strategi utama guna menghadapi kejuaraan olahraga tingkat regional berikutnya,” pungkasnya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita






















