TABLOIDELEMEN.com – Duel sengit menghiasi laga leg lanjutan Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026 yang mempertemukan Persitema Temanggung melawan Persibangga Purbalingga di Stadion Bumi Phala, Rabu 28 Januari 2026.
Pertandingan penuh tensi tinggi ini berakhir tanpa gol, namun sukses mengantarkan tim tamu melaju ke babak perempat final.
Sejak peluit awal, kedua tim langsung menunjukkan ambisi besar demi merebut kemenangan.
Penyerang senior Persitema eks Timnas Indonesia, Vendri Mofu, berkali-kali mengancam gawang Persibangga melalui skema serangan cepat.
Namun, ketangguhan Aldiano di bawah mistar gawang Persibangga mematahkan seluruh upaya striker bernomor punggung 10 tersebut.
Sebaliknya, Persibangga sesekali melancarkan serangan balik meski belum menemui sasaran.
Memasuki paruh kedua, atmosfer pertandingan semakin memanas hingga memicu adu mulut antar-pemain.
Wasit Arif asal Kabupaten Batang terpaksa menarik sejumlah kartu kuning guna meredam emosi peserta laga.
Drama memuncak pada 15 menit terakhir saat wasit memberikan kartu merah kepada dua penggawa Persibangga, Andre Aditya dan Rizqi Fauzano.
Kehilangan dua pemain memaksa Persibangga menerapkan strategi bertahan total.
Langkah ini menjadi pilihan realistis demi mempertahankan skor imbang yang menjadi syarat mutlak kelolosan mereka.
Meski Persitema menggempur pertahanan habis-habisan dengan dukungan ribuan suporter, skor kacamata tetap bertahan hingga laga usai.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi langsung dari Ketua Askab PSSI Purbalingga, Uut Triyas Yanuar, yang hadir memantau jalannya laga.
Selain itu, Manajer Persibangga Hamzah Asadullah turut memberikan ucapan selamat melalui sambungan video jarak jauh.
Pelatih Kepala Persibangga, Imran Amirullah, selain mengungkapkan rasa syukur dan mengapresiasi kerja keras pemain yang berhasil membawa tim ini lolos ke perempat final ia menyimpan catatan kritis terhadap kepemimpinan wasit.
“Namun demikian, saya menyayangkan beberapa keputusan wasit yang kontroversial serta merugikan tim Persibangga hingga membuat dua pemain kami menerima kartu merah,” tegas Imran saat konferensi pers.

Tulislah seolah-olah sedang berbicara kepada teman baik. Jangan takut untuk berbeda. Itulah yang membuat tulisan menjadi istimewa. GoogleNews

















