TABLOIDELEMEN.com – Pengurus Askab PSSI Purbalingga masih menimbang langkah strategis menyusul mundurnya manajer Persibangga Purbalingga, Hamzah Asadullah.
Organisasi tertinggi sepak bola kabupaten tersebut memilih untuk tidak terburu-buru mengambil sikap sebelum menggelar pertemuan resmi antarpengurus.
Keputusan final mengenai masa depan tim berjuluk Laskar Jenderal Soedirman ini baru akan mencuat pasca-rapat internal usai.
Ketua Askab PSSI Purbalingga, Uut Triyas Yanuar, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pembahasan mendalam pada level internal organisasi.
Uut mengakui telah menerima informasi mengenai pengunduran Hamzah yang menjabat selama delapan bulan terakhir, namun ia belum bersedia memaparkan keterangan lebih lanjut kepada publik.
“Nanti kalau sudah ada keputusan yang matang, akan kami beritahukan,” katanya singkat saat memberikan penjelasan mengenai situasi terkini manajemen.
Gelombang Pengunduran Diri Manajemen
Kondisi internal Persibangga memanas setelah muncul riak konflik antara pihak manajemen dengan jajaran pemain serta pelatih.
Ironisnya, kisruh ini memuncak tepat setelah tim berhasil meraih gelar juara Liga 4 Jawa Tengah musim 2025/2026.
Hamzah Asadullah mengawali langkah mundur pada Kamis 19 Februari 2026 malam, yang kemudian memicu aksi serupa dari sejumlah fungsionaris manajemen lainnya.
Afianza selaku Media Officer sekaligus Koordinator Kreatif turut menyatakan berhenti dari posisinya melalui unggahan media sosial.
Hamzah menyebut alasan kesehatan dan nasihat orang tua sebagai pertimbangan utama dalam mengambil keputusan berat tersebut.
Ia memilih menghormati restu keluarga sebagai bentuk tanggung jawab pribadi meski masih menaruh kecintaan besar terhadap klub.
Jaminan Keberlangsungan Liga Nasional
Terkait kelanjutan tim menyongsong Liga 4 Nasional, Hamzah menyerahkan tongkat estafet sepenuhnya kepada Askab PSSI Purbalingga, termasuk mekanisme penunjukan manajer baru.
Ia juga mengklaim telah menjalin komunikasi dengan Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, guna memastikan dukungan pemerintah daerah terhadap Persibangga tetap mengalir kuat.
Mantan manajer tersebut memastikan bahwa masyarakat serta pendukung setia tidak perlu merasa cemas akan kiprah tim ke depan.
Sebagai bentuk transparansi, ia berjanji menyerahkan seluruh aset, sisa kas keuangan, hingga laporan pertanggungjawaban selama masa jabatannya kepada manajemen baru nantinya.
Langkah ini bertujuan agar transisi kepemimpinan berjalan mulus tanpa menghambat persiapan teknis para pemain.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















