TABLOIDELEMEN-com – Aroma harum penganan tradisional menyeruak di sepanjang sisi timur Jalan Jenderal Soedirman Timur saat matahari mulai condong ke barat.
Ratusan warga tumpah ruah memadati kawasan yang kini berubah menjadi pusat kuliner Ramadan terbesar di Kabupaten Purbalingga.
Sekitar 150 pelaku UMKM lokal menyajikan beragam menu, mulai dari kudapan klasik hingga minuman kekinian yang menggugah selera para pemburu takjil.
Kemeriahan ini semakin lengkap dengan kehadiran Ramadan Light Festival yang penuh cahaya.
Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, membuka secara resmi festival yang berlangsung selama sepuluh hari ini.
Sambil menyusuri stan, ia menegaskan bahwa acara ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk menghidupkan ekonomi kecil.
“Ramadan Food Festival menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mewujudkan dan menyukseskan misi pertama kami, yakni membangkitkan ekonomi rakyat,” katanya Rabu 5 Maret 2026.
Setelah berkeliling meninjau stan, Wakil Bupati Dimas bersama istri, Denita Dimas Prasetyahani, turut berbaur dengan warga untuk membeli takjil.
Pemerintah berharap ajang rutin tahunan ini mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi pedagang kecil sehingga mereka dapat meraih berkah berlipat selama bulan suci.
Takjil Lengkap Panganan Sedap
Mengusung jargon “Takjile Lengkap, Panganane Sedap, Panggonane Kepenak!”, festival ini menawarkan pengalaman ngabuburit yang berbeda.
Alunan musik hidup menemani pengunjung yang sedang memilih menu berbuka, menciptakan suasana yang hangat dan akrab.
Pemkab Purbalingga sengaja mendesain ruang ini agar masyarakat merasa nyaman saat bersilaturahmi sekaligus mendukung roda ekonomi UMKM
Juli Indrawati, warga Kelurahan Bancar mengungkapkan kegembiraannya saat menjinjing beberapa kantong kudapan.
Ia mengaku festival ini memudahkannya mencari variasi menu berbuka yang lengkap dalam satu lokasi.
“Ramadan Food Festival ini keren. Sekalian menunggu bedug Adzan Salat Magrib borong kuliner UMKM. Dan sembari melihat lampion-lampion Ramadan Light Festival,” tuturnya dengan wajah berseri.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















