TABLOIDELEMEN.com – SD Negeri 3 Pasunggingan mengawali rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan sebagai upaya mempertebal keimanan peserta didik
Agenda tahunan yang merupakan bagian integral dari kurikulum pendidikan sekolah ini berlangsung selama tiga hari mulai Kamis 5 Maret 2026 hingga Sabtu 7 Maret 2026.
Sebanyak 154 siswa, dari kelas 1 hingga kelas 6, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusiasme tinggi demi mendalami ajaran Islam secara komprehensif.
Para siswa menjalani berbagai aktivitas spiritual yang padat, meliputi Tadarus Al-Qur’an, hafalan Asmaul Husna, hingga pelaksanaan salat duha berjamaah.
Selain aspek ibadah, sekolah juga menyelenggarakan kompetisi Islami guna mengasah bakat seni siswa.
“Seperti lomba kaligrafi, azan, menulis khot, dan menyanyi lagu religi,” kata Plt. Kepala SD Negeri 3 Pasunggingan, Ani Fadilah, Kamis 5 Maret 2026.
Menurutnya, pesantren Ramadan ini menjadi wadah efektif bagi pertumbuhan mental siswa.
Perkuat Karakter Siswa Lewat Pesantren Ramadan

“Tentunya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan agama Islam, meningkatkan keimanan, dan pendidikan karakter siswa,” kata Ani.
Ani Fadilah menaruh harapan besar agar momen suci ini membawa transformasi positif bagi kepribadian seluruh peserta didik.
Karena, pemahaman agama yang baik harus selaras dengan kepedulian sosial.
“Kami berharap juga tercapai peningkatan keimanan dan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,” tambahnya.
Melalui program ini, pihak sekolah mendorong siswa untuk selalu mempraktikkan kerukunan dan kedamaian, baik antarsesama rekan maupun dengan seluruh warga sekolah.
Ani Fadilah menekankan pentingnya penerapan karakter mulia dan tanggung jawab dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
“Dengan kurikulum yang tertata, Pesantren Ramadan ini menjadi sarana strategis dalam mencetak generasi yang cerdas secara intelektual. Namun tetap rendah hati secara spiritual,” tuturnya.
Sebagai bentuk aksi nyata, panitia juga mengoordinasikan pengumpulan serta pembagian zakat fitrah bagi warga yang membutuhkan.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News

















