Edukasi Keselamatan Berkendara Bagi Pelajar
Insiden fatal kerap berawal dari kelalaian manusia seperti memacu kendaraan melebihi batas kecepatan aman, menerobos sinyal lampu merah, hingga menggunakan telepon genggam saat mengemudi.
“Keselamatan bukanlah kebetulan, tetapi hasil dari kepedulian dan kedisiplinan. Mari kita jadikan keselamatan sebagai kebutuhan untuk mencegah potensi kecelakaan lalu lintas,” tegas Iptu Akhmad Faizin kepada peserta upacara.
Ia memerinci, berdasarkan rekapitulasi data resmi Satlantas Polres Purbalingga sepanjang bulan Juli 2026, tercatat berlangsung 60 kasus insiden kecelakaan lalu lintas.
Peristiwa tersebut mengakibatkan 3 orang meninggal dunia, 69 korban mengalami luka ringan, serta total kerugian material menembus angka kisaran Rp19 juta.
“Mirisnya, sebanyak 11 korban musibah jalan raya tersebut berasal dari kelompok pelajar,”katanya.
“Sepeda motor menguasai jumlah kecelakaan yang berlangsung pada wilayah Kabupaten Purbalingga dengan keterlibatan 89 kendaraan,” imbuh Iptu Akhmad Faizin.
Atas dasar pertimbangan statistik tersebut, pihak kepolisian menyampaikan harapan besar agar tidak ada siswa SMA Negeri 1 Padamara menjadi korban musibah berikutnya.
Oleh sebab itu, para siswa wajib selalu mengenakan helm pelindung berstandar SNI dan mematuhi seluruh rambu lalu lintas
Serta, menghindari aksi ugal-ugalan, serta tidak mengemudikan kendaraan sebelum mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Orang hebat bukanlah yang berani melanggar aturan, melainkan yang mampu menghargai keselamatan jiwa serta orang lain,” pesan Iptu Akhmad Faizin kepada seluruh siswa.
Sebelum pelaksanaan upacara bendera bermula, petugas Satlantas telah melangsungkan pemeriksaan kelaikan kendaraan milik para siswa SMA Negeri 1 Padamara.
Petugas kepolisian menemukan sejumlah bentuk pelanggaran, antara lain siswa mengendarai sepeda motor tanpa memakai helm pelindung, kendaraan tanpa cermin spion, hingga tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) resmi.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News


















