Ratusan Tunas Muda Ikuti Gebyar Prasiaga Kertanegara Tahun 2026

Gebyar Prasiaga Kwartir Ranting (Kwarran) Kertanegara. Kegiatan tersebut berlangsung pada kawasan Artansi Chandra Kahuripan Agroeduwisata, Sabtu, 25 April 2026.
Gebyar Prasiaga Kwartir Ranting (Kwarran) Kertanegara.Kegiatan tersebut berlangsung pada kawasan Artansi Chandra Kahuripan Agroeduwisata, Sabtu, 25 April 2026.

TABLOIDELEMEN.com – Sebanyak 522 tunas muda dalam satuan Prasiaga mengikuti Gebyar Prasiaga Kwartir Ranting (Kwarran) Kertanegara.

Kegiatan tersebut berlangsung pada kawasan Artansi Chandra Kahuripan Agroeduwisata, Sabtu, 25 April 2026.

Tercatat ada 21 pangkalan TK/RA se-kecamatan Kertanegara turut meramaikan acara pada lereng perbukitan Desa Karangpucung ini.

Inovasi Kepramukaan Kwarran Kertanegara bagi Tunas Muda

Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) sekaligus Camat Kertanegara, Kak Supriyanti, menyampaikan apresiasi mendalam atas terlaksananya acara tersebut.

“Kegiatan ini merupakan implementasi pendidikan karakter berbasis alam,” katanya.

Bacaan Lainnya
Milo

Menurutnya, anak-anak merupakan aset masa depan yang memerlukan persiapan fisik, mental, serta rasa cinta terhadap lingkungan sejak dini.

“Prasiaga menjadi pondasi pembentukan karakter. Sehingga melalui kegiatan luar ruangan seperti ini, menjadi jalan untuk dapat menanamkan benih keberanian dan kemandirian,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa kolaborasi antara pendidikan formal dengan kepramukaan pada alam terbuka merupakan kombinasi terbaik bagi tumbuh kembang anak.

Kawasan Artansi Chandra Kahuripan Agroeduwisata memang menjadi lokasi tepat untuk berkegiatan karena suasana alaminya.

Edukasi Karakter Melalui Interaksi Alam Terbuka

Kemudian, Ketua Panitia Gebyar Prasiaga, Kak Dwi Isnenti, menjelaskan bahwa konsep tahun ini fokus pada pengenalan flora serta fauna.

Hal tersebut bertujuan agar anak usia prasekolah lebih cepat menyerap nilai-nilai kehidupan melalui interaksi langsung.

Pihaknya ingin memberikan pengalaman yang membekas kuat dalam memori anak-anak.

“Hari ini, mereka tidak hanya menonton video atau melihat gambar, tetapi memegang tanah, memberi makan ternak, dan merasakan tekstur tanaman,” kata Dwi Isnenti.

Langkah edukasi ini sangat penting guna menghapus stigma ketakutan berlebihan terhadap hewan tertentu.

Selain itu, panitia mengajarkan anak-anak mengenai jenis hewan yang perlu kewaspadaan maupun satwa yang memerlukan perlindungan manusia.

Penyelenggara berharap kegiatan ini mampu mencetak generasi yang lebih mandiri dan tangguh.

“Kami menegaskan bahwa Kwarran Kertanegara menjadi penggerak Kepramukaan yang inovatif pada Kwarcab Purbalingga,” pungkasnya.

Pos terkait

Milo