TABLOIDELEMEN.com – Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Kertanegara memperkuat posisi sebagai penggerak kepramukaan inovatif pada Kwarcab Purbalingga.
Langkah tersebut nyata melalui suksesnya penyelenggaraan Gebyar Prasiaga kawasan Artansi Chandra Kahuripan Agroeduwisata, Sabtu, 25 April 2026.
Sebanyak 522 tunas muda dari 21 pangkalan TK/RA se-kecamatan Kertanegara mengikuti kegiatan lereng perbukitan Desa Karangpucung ini.
Ketua Panitia Gebyar Prasiaga, Kak Dwi Isnenti, menjelaskan bahwa konsep kegiatan tahun ini fokus pada pengenalan flora serta fauna.
Menurutnya, anak usia prasekolah lebih cepat menyerap nilai-nilai kehidupan melalui interaksi langsung bersama makhluk hidup.
Pihaknya ingin memberikan pengalaman yang membekas kuat dalam memori anak-anak.
“Hari ini, mereka tidak hanya menonton video atau melihat gambar, tetapi memegang tanah, memberi makan ternak, dan merasakan tekstur tanaman,” kata Dwi Isnenti.
Ia menjelaskan secar rinci kegiatan ini, rute penjelajahan menjadi menu utama yang paling peserta nantikan sepanjang acara.
Anak-anak terbagi menjadi kelompok kecil guna mengunjungi serangkaian pos edukasi hasil kerja sama pengelola Artansi dengan panitia.
Pada pos sapi dan kambing, peserta belajar mengenal hewan ruminansia serta manfaat susu bagi kesehatan.
Kemudian, pos kelinci menjadi lokasi favorit karena anak-anak melatih empati saat memberi makan wortel secara langsung.
Selain itu, para peserta memasuki Green House Melon guna mempelajari kebutuhan tanaman akan air dan cahaya matahari agar tumbuh manis.
Anak-anak juga mengenal dunia serangga melalui pos jangkrik serta ekosistem air pada area kolam ikan.
Adrenalin para Prasiaga cilik selanjutnya teruji pada area outbound dengan pengawasan ketat instruktur terlatih guna melatih keseimbangan.
Edukasi Pertanian dan Pelestarian Alam
Kegiatan berlanjut ke sesi menanam bibit sebagai simbol kedekatan manusia dengan bumi.
Tangan-tangan mungil yang kotor oleh tanah menunjukkan semangat peserta dalam merawat kehidupan secara sabar.
“Hal tersebut menanamkan pesan bahwa setiap kesuksesan bermula dari proses menanam serta memelihara dengan baik,” katanya.
Sebagai penutup petualangan, panitia menghadirkan sesi pengenalan reptil bersama komunitas ahli bagi para peserta.
Kehadiran ular sanca dan kadal eksotis melatih keberanian anak-anak untuk menyentuh makhluk bersisik tersebut.
“Melalui interaksi ini, tunas muda Kertanegara tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh dan peduli terhadap seluruh ciptaan Tuhan,” pungkasnya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















