Perjalanan Pertandingan
Pertandingan belum genap dua menit laga berjalan, tepatnya pada detik ke-81, Yohan Patrick memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan PPSM Magelang.
Penyerang bernomor punggung sepuluh ini merebut bola di area krusial dan melepaskan tembakan dari sudut sempit.
Meski para pemain PPSM melontarkan protes karena menganggap bola telah keluar garis lapangan, wasit tetap teguh pada keputusannya.
Papan skor pun berubah cepat, 1-0 untuk keunggulan Laskar Jenderal Sudirman.
Gol kilat tersebut seolah meruntuhkan mentalitas bertanding anak-anak Magelang.
Dominasi Persibangga semakin tak terbendung ketika memasuki menit ke-29.
Yohan Patrick kembali menunjukkan kelasnya setelah menerima umpan matang dari Haidar.
Dengan ketenangan luar biasa, ia mengecoh dua bek lawan sebelum menyarangkan bola ke jala gawang.
Keunggulan dua gol ini bertahan hingga wasit meniup peluit tanda istirahat babak pertama.
Memasuki paruh kedua, alunan serangan Persibangga justru semakin menggila.
Menit ke-50 menjadi momen indah bagi Haidar Nur Afif yang melepaskan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti.
Bola meluncur deras tanpa mampu kiper PPSM jangkau, mengubah skor menjadi 3-0.
Tak butuh waktu lama bagi Yohan Patrick untuk melengkapi catatan gemilangnya.
Menit ke-64, ia lolos dari jebakan offside dan mencetak gol ketiga alias hattrick setelah menerima umpan terobosan Fata Alfiansyah.
Aksi Dwi Adi Satrio pada menit ke-66 menutup pesta gol tuan rumah.
Melalui pergerakan lincah dari sisi kiri, Dwi melepaskan sepakan akurat yang kembali menggetarkan jala gawang lawan.
Skor 5-0 bertahan hingga akhir laga, memaksa PPSM pulang dengan tangan hampa sekaligus mengukuhkan posisi mereka sebagai juru kunci Grup E dengan koleksi hanya satu poin.

Tulislah seolah-olah sedang berbicara kepada teman baik. Jangan takut untuk berbeda. Itulah yang membuat tulisan menjadi istimewa. GoogleNews


















