TABLOIDELEMEN.com – Stadion Gelora Satria bersiap saksi bisu laga sarat gengsi antara Persibas Banyumas menjamu Persibangga Purbalingga pada Minggu 11 Januari 2026
Pertandingan bertajuk Derby Ngapak ini mengemban misi krusial sebagai penentu pemegang takhta puncak klasemen Grup E Liga 4 Jawa Tengah musim 2025/2026.
Saat ini, kedua tim sama-sama mengemas enam poin dari dua pertandingan awal.
Persibas Banyumas masih memimpin klasemen sementara berkat keunggulan selisih gol atas Laskar Jenderal Soedirman.
Manajer Persibas Banyumas, Ricko Tegar Wibowo, menyadari sepenuhnya bahwa tensi laga derbi selalu lebih tinggi daripada pertandingan reguler lainnya.
“Para pemain harus menjaga fokus dan tetap tenang sepanjang laga. Ketenangan menjadi kunci untuk meraih kemenangan tanpa terjebak emosi di lapangan,” kata Ricko saat memberikan arahan kepada skuad Laskar Bawor.
Meski menghadapi jadwal kompetisi yang menguras tenaga, Ricko memastikan kondisi fisik anak asuhnya tetap berada pada level tertinggi.
Manajemen menerapkan disiplin ketat terkait pola makan dan waktu istirahat guna menyiasati kepadatan jadwal.
Menurutnya, motivasi pemain sedang membumbung tinggi dan mereka menolak menyerah pada rasa lelah demi mengamankan poin penuh di kandang sendiri.
Selain kesiapan fisik, Ricko menyoroti mental bertanding para pemain yang kian matang.
“Kami menaruh harapan besar pada kontribusi Novriansyah, pemain yang akrab dengan julukan “Si Bengal”, agar kembali mencatatkan namanya di papan skor,” katanya, Sabtu 10 Januari 2026.
Namun, ia tetap mewaspadai potensi provokasi lawan dan meminta pemain tidak mudah terpancing agar konsentrasi permainan tidak pecah.
Menjelang kick-off, manajer Persibas tersebut juga mengajak suporter tuan rumah untuk menciptakan atmosfer pertandingan yang positif.
Menurutnya, kemenangan dalam laga ini tidak hanya bermakna tiga poin, melainkan juga menjaga harga diri di hadapan publik Banyumas sekaligus memperlebar jalan menuju babak selanjutnya.
“Sekali lagi kamio meminta pendukung mendukung tim secara elegan dan tertib demi menjaga keamanan bersama di stadion,” katanya.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google News


















