TABLOIDELEMEN.COM – Laporan terbaru penyedia indeks saham MSCI memicu guncangan hebat pada pasar keuangan domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam 11,57 persen ke posisi 5.185,10 pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026.
Nilai tukar rupiah turut melemah hingga bertahan di atas angka Rp18.000 per dolar AS.
Potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market mendasari aksi jual investor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengonfirmasi dampak pengumuman publikasi lembaga internasional tersebut.
Pemerintah menilai rilis laporan MSCI meluncur jauh lebih cepat dari proyeksi awal.
Otoritas pasar finansial semula memperkirakan penyampaian penilaian independen tersebut berlangsung pada November 2026.
“Ini tentu ada akibat daripada pengumuman MSCI. Tetapi pengumuman MSCI itu merupakan suatu hal yang katakanlah lebih cepat daripada ekspektasi. Kan sebetulnya mereka menjanjikannya di bulan November, tapi ini di Oktober,” kata Airlangga.
Lembaga keuangan global tersebut kini mematok jadwal evaluasi ulang pada rentang Maret, April, hingga Juni 2027.
Pengelola pasar modal wajib mengimplementasikan serangkaian langkah pembenahan secara terukur sepanjang periode pemantauan lanjutan tersebut.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News


















