TABLOIDELEMEN.COM – Semangat “Berangkat Menjadi Migran, Pulang Menjadi Juragan” menjadi arah gerak agar setiap pekerja memanfaatkan pengalaman, penghasilan, dan jejaring untuk membangun usaha setelah pulang.
Migrant Resource Center Universitas Muhammadiyah Purwokerto resmi meluncurkan Program Pelatihan Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia Angkatan Kedua di Gedung Syamsuhadi Irsyad.
Kegiatan ini mewujudkan komitmen UMP untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses kerja internasional
Serta menekan angka pengangguran melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Rinto Sri Mulyono selaku Ketua Tim Penempatan BP3MI Jawa Tengah membuka acara ini secara resmi.
Kehadiran turut menyertakan Amrin Makruf mewakili Bupati Banyumas, Wahyu Dewanto selaku Kepala Disnakerperindag Banyumas, jajaran pimpinan UMP, serta seluruh peserta pelatihan.
Direktur MRC UMP Akhmad Darmawan menyampaikan minat masyarakat yang luar biasa terhadap program ini.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dari 3.000 pendaftar, terpilih 450 peserta setelah melalui seleksi administrasi dan wawancara. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pelatihan kerja yang berkualitas dan memiliki orientasi penempatan kerja internasional,” ujar Akhmad Darmawan.
Sebagian besar peserta berasal dari wilayah Barlingmascakeb, sedangkan peserta lainnya datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Pelatihan mencakup tiga bidang utama, yaitu perhotelan, pendampingan dan perawatan lansia, serta operator produksi.
Kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia mendukung penyelenggaraan ini
“Sedangkan penempatan kerja berlangsung melalui mitra Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia dengan negara tujuan Taiwan,” katanya.
Sinergi Lintas Pihak dan Perubahan Paradigma Kerja ke Luar Negeri
Ketua Tim Penempatan BP3MI Jawa Tengah, Rinto Sri Mulyono menyampaikan apresiasi mendalam kepada MRC UMP atas peran nyata dalam mempersiapkan calon pekerja migran yang kompeten dan berdaya saing global.
Ia menegaskan kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk membekali peserta dengan keterampilan serta kesiapan mental yang memadai.
“Kami dari BP3MI berharap program pelatihan yang diselenggarakan MRC UMP dapat menjadi model kolaborasi dalam meningkatkan kualitas calon pekerja migran sekaligus memperkuat tata kelola migrasi tenaga kerja yang aman dan prosedural,” ungkapnya.
Rinto juga mendorong perubahan pandangan masyarakat tentang bekerja ke luar negeri.
Amrin Makruf menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Banyumas terhadap program ini.
Ia menilai pelatihan berbasis kompetensi mampu membuka peluang kerja baru serta mengurangi pengangguran secara nyata.
Pemerintah daerah berharap jalinan kerja sama ini terus tumbuh agar manfaatnya menyentuh lebih banyak lapisan masyarakat.
Visi Berangkat Bekerja Sambil Belajar, Pulang Menjadi Sarjana
Rektor UMP Jebul Suroso menawarkan gagasan inovatif berupa skema bekerja sambil kuliah.
Melalui sistem pembelajaran yang fleksibel dan didukung teknologi, pekerja migran dapat melanjutkan pendidikan tinggi di UMP sekaligus menjalankan tugas pekerjaan di luar negeri.
“Harapannya, ketika para pekerja migran menyelesaikan dua kali masa kontrak kerja di luar negeri, mereka sudah dapat kembali ke Indonesia dengan menyandang gelar sarjana,” tegasnya.
Akhmad Darmawan melengkapi arah pengembangan program ini dengan penekanan pada kemandirian ekonomi peserta.
Materi pelatihan juga mencakup literasi keuangan, keterampilan digital, bahasa asing, hingga kewirausahaan.
Semua persiapan ini bertujuan agar pekerja migran tidak hanya mencari nafkah, melainkan menjadi pelaku penggerak ekonomi saat kembali ke tanah air.
Sinergi antar seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya ekosistem pemberdayaan pekerja migran yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita




















