Minikino Film Week 12 Memperkuat Ekosistem Sinema Internasional

Ajang Minikino Film Week 12 menghadirkan pasar film, edukasi inklusif, serta pemutaran sinema pendek internasional di berbagai wilayah Bali.
Ajang Minikino Film Week 12 menghadirkan pasar film, edukasi inklusif, serta pemutaran sinema pendek internasional di berbagai wilayah Bali.

Jangkauan Edukasi dan Pemutaran Inklusif Minikino Film Week 12

Pilar Exhibition MFW12 memperluas akses tontonan melalui program Travelling Cinema dan pemutaran komunitas di pelbagai wilayah Bali.

Penyelenggara memanfaatkan lokasi strategis seperti Alliance Française Bali, SMAN Bali Mandara Buleleng, hingga Rumah Film Sang Karsa Lovina.

Ketua Yayasan Kino Media sekaligus Direktur Travelling Cinema, I Made Suarbawa, menyampaikan komitmennya mendekatkan sinema kepada publik.

Bacaan Lainnya

Layanan pemutaran keliling dan pemutaran komunitas adalah ruh dari Minikino.

Melalui titik-titik pemutaran seperti Alliance Française Bali, SMAN Bali Mandara di Buleleng, hingga Rumah Film Sang Karsa di Lovina

“Kami ingin memastikan film pendek tidak hanya berhenti di ruang bioskop komersial.Tetapi hadir langsung menghampiri warga dan memicu dialog antarkomunitas,” kata I Made Suarbawa.

Pada pilar pendidikan, MFW Education memfasilitasi program Short Films for Schools lengkap bersama Panduan Nonton dan Belajar.

Kolaborasi internasional KORINCO juga melibatkan siswa SDN 5 Dauh Puri Denpasar dalam pembuatan animasi stop-motion.

Penyelenggara turut mengusung nilai inklusivitas lewat penyediaan takarir khusus SDH serta deskripsi audio Bahasa Indonesia bagi kawan Tuli dan disabilitas netra.

Direktur Festival MFW12, Edo Wulia, merefleksikan seluruh dinamika perhelatan yang berjalan intimate serta memanusiakan seluruh peserta.

“Saya rasa festival tahun ini relatif lancar dan menyenangkan. Beberapa orang mungkin tahu, tahun lalu acaranya lebih besar, tapi kebesaran selalu hadir dengan harga lebih mahal,” katanya.

“Tentu saja, ketegangan dan kerja keras tetap ada tahun ini, berikut berbagai kendala yang seolah hampir pasti terjadi. Namun tahun ini saya bisa lebih banyak bertemu volunteer daripada kehabisan tenaga atau terkurung di kantor,” imbuh Edo Wulia.

Edo Wulia menambahkan pemaknaan atas perjalanan panjang Minikino sebagai ruang tumbuh bersama.

“Bertahun-tahun bekerja bersama Minikino memberikan pengalaman dan tantangan yang banyak sekali, dan menempa saya menjadi orang yang lebih baik. Setiap tahun, saya mendapat kehormatan untuk berkenalan dengan lebih banyak orang-orang hebat, dan sebagian dari mereka bahkan menjadi teman-teman dekat saya,” tutupnya.

 

 

Pos terkait