TABLOIDELEMEN.com – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila SMP Kabupaten Purbalingga bersama Dindikbud Purbalingga menggelar Sosialisasi Paham Radikalisme, Intoleransi, Terorisme, dan Bahaya Penggunaan Media Sosial.
Acara di OR Graha Adiguna, Senin 11 Mei 2026 ini juga menyatukan agenda rapat pleno serta reorganisasi kepengurusan periode 2026–2030.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hardiknas 2026 tingkat Kabupaten Purbalingga,” kata Ketua MGMP Pendidikan Pancasila, Suranto.
Ketua MKKS SMP Purbalingga, Subarno, mengingatkan bahaya sifat eksklusif radikalisme.
“Setelah mengikuti sosialisasi ini, harapannya guru dapat menyampaikan kembali materi kepada rekan kerja dan siswa di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Kadindikbud Purbalingga, Heru Sri Wibowo, menyebut guru Pendidikan Pancasila merupakan benteng ideologi bangsa di sekolah.
Arus informasi digital, hoaks, ujaran kebencian, hingga infiltrasi paham radikal melalui media sosial menjadi tantangan nyata saat ini.
“Karena itu, sekolah harus menjadi ruang aman bagi tumbuhnya toleransi, moderasi, dan nilai kemanusiaan,” kata Heru.
Sesi utama menghadirkan narasumber Tim Pencegahan Satgaswil Jawa Tengah Densus 88 Anti Teror, AKP Eko Sulis.
Ia memaparkan bahwa pola perekrutan kelompok radikal kini memanfaatkan pendekatan individu, media sosial, hingga game online seperti Free Fire, Mobile Legends, dan Roblox.
“Tahapan radikalisasi umumnya mulai dari intoleransi dalam pola pikir, berkembang menjadi sikap radikal, hingga berujung tindakan terorisme,” tegas Eko.
“Kami menyarankan penguatan literasi digital, bimbingan konseling, serta kerja sama orang tua dan guru sebagai strategi pencegahan,” katanya.
Pada akhir acara, rapat pleno menetapkan Kholidin dari SMP Negeri 5 Satu Atap Karangmoncol sebagai Ketua MGMP Pendidikan Pancasila yang baru.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita









