Buka Lomba Bertutur, Bunda Literasi Purbalingga: Dari Buku Lahirlah Ilmu, dan Dari Ilmu Lahirlah Masa Depan

Bunda Literasi Purbalingga, Denita Dimas Prasetyahani, membuka secara resmi Lomba Bertutur Siswa SD/MI tingkat kabupaten.
Bunda Literasi Purbalingga, Denita Dimas Prasetyahani, membuka secara resmi Lomba Bertutur Siswa SD/MI tingkat kabupaten.

TABLOIDELEMEN.com – Bunda Literasi Purbalingga, Denita Dimas Prasetyahani, membuka secara resmi Lomba Bertutur Siswa SD/MI tingkat kabupaten.

Sebanyak 50 peserta mengikuti kompetisi yang berlangsung mulai Senin, 11 Mei 2026 hingga Rabu, 13 Mei 2026.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Purbalingga menginisiasi acara ini guna memperkuat budaya baca.

“Lomba ini sebagai media pembelajaran efektif untuk memupuk karakter rasa percaya diri anak,” ungkap Denita.

Melalui ajang tersebut, para siswa mengasah kemampuan berbicara sekaligus mengenal budaya daerah sejak dini.

Bacaan Lainnya
Milo

Denita meyakini bahwa kegemaran membaca memperkaya imajinasi serta memperluas wawasan siswa.

“Dari buku lahirlah ilmu, dan dari ilmu lahirlah masa depan,” tambahnya.

Kepala Dinarpus Purbalingga, Endi Astono, menjelaskan bahwa kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus Non-Fisik ini mengangkat kearifan lokal.

Salah satu materi lomba merupakan cerita asal Desa Limbasari yang mengandung pesan keteguhan hati.

“Lomba bertutur menjadi salah satu upaya menumbuhkan dan meningkatkan literasi, kemampuan berbahasa, dan minat baca,” tutur Endi.

Panitia menyediakan total hadiah senilai Rp10.750.000, piala, serta sertifikat bagi para pemenang.

Tokoh masyarakat Desa Limbasari, Sunaryo, turut mengapresiasi tema lokal dalam kompetisi tersebut.

Menurutnya, hal ini menjadi sarana penting agar anak-anak mengenal identitas daerah.

Melalui inisiatif ini, ia berharap  pemerintah kabupaten dapat memunculkan generasi muda yang menjadi teladan budaya literasi.

“Ini menjadi bagian terpenting bagi anak-anak untuk mengenal cerita anak asli dari Purbalingga,” pungkas Sunaryo.

Pos terkait

Milo