TABLOIDELEMEN.com – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang SMP Kabupaten Purbalingga Tahun 2026.
Ketua Panitia, Joseph Goenaedhy, menyampaikan bahwa sebanyak 61 SMP se-Kabupaten Purbalingga mengikuti ajang ini guna menyemarakkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
“Kami bersyukur antusiasme sekolah sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa seni dan sastra masih memiliki ruang yang kuat di hati peserta didik,” kata Joseph yang juga menjabat Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP, di SMP Negeri 1 Kalimanah, Senin 18 Mei 2026.
fFLS3N menghadirkan dua mata lomba, yakni mendongeng dan menulis cerita.
Kategori mendongeng mengangkat karya berjudul Secarik Pesan untuk Keindahan hasil saduran dari karya Metanuccihubbia – Kampung Dongeng.
Sementara itu, lomba menulis cerita menawarkan pilihan tema berupa Menjaga Bumi, Aku dan Pahlawan, serta Merawat Budaya dan Tradisi. Peserta fiksi mengetik tulisan sepanjang 500 hingga 1.700 kata menggunakan komputer panitia.
“Sumber cerita dapat berasal dari imajinasi, referensi, pengamatan, pengalaman pribadi maupun orang lain,” tuturnya.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Priyanto, mewakili Kepala Dindikbud Kabupaten Purbalingga Heru Sri Wibowo, menyatakan rasa bangganya atas pelaksanaan festival tersebut.
“FLS3N merupakan ruang tumbuh bagi kreativitas, ekspresi, imajinasi, dan karakter peserta didik,” kata Priyanto.
Seni dan sastra, menurut Priyanto, memiliki kekuatan besar dalam membentuk pribadi yang santun, kreatif, dan kaya imajinasi.
Melalui aktivitas menulis cerita atau mendongeng, anak-anak belajar menyampaikan gagasan, mengelola emosi, membangun rasa percaya diri, sekaligus menghargai keberagaman budaya.
“Kami berpesan agar seluruh peserta tampil berani dan percaya diri serta menikmati proses perlombaan,” ucapnya memotivasi peserta.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita











