Mengajukan Banding Vonis Penjara
Ia mengklaim bahwa aliran dana ratusan miliar tersebut merupakan murni transaksi bisnis internal PT AKAB.
Hubungan transaksi tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan kasus Chromebook ataupun pihak Google.
Nadiem menegaskan ia sama sekali tidak mengambil keuntungan pribadi dari proyek tersebut.
“Tidak satu pun uang itu saya dapatkan, saya terima. Dan uang itu uangnya PT AKAP dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan Google maupun kasus Chromebook. Bayangkan. Tapi saya ditanggung beban untuk membayar balik itu,” ucapnya lagi.
Kasus ini memang menyedot perhatian khalayak luas, termasuk para pengamat hukum.
Nadiem merasa bersyukur karena banyak pakar yang menyuarakan dukungan serta menilai tidak ada unsur pidana dalam perkara yang menimpanya.
“Jarang sekali ada kasus di mana tokoh-tokoh anti korupsi semua serentak menyebut bahwa ini tidak ada unsur korupsinya,” lanjut mantan menteri tersebut.
Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat resmi menyatakan Nadiem Makarim bersalah.
Hakim ketua membacakan amar putusan dan mengetok palu hukuman kurungan badan atas kasus pengadaan alat teknologi pendidikan tersebut, Selasa 30 Juni 2026.
Menyatakan terdakwa Nadiem Anwar Makarim telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan subsider.
Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Nadiem Anwar Makarim oleh karena itu dengan pidana penjara selama 10 tahun,” kata ketua majelis hakim Purwanto S Abdullah saat
Dalam amar putusan, majelis hakim menyatakan dakwaan primer jaksa penuntut umum gugur.
Namun, hakim menilai terdakwa melanggar Pasal 604 juncto Pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 20 huruf c UU No 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Selain hukuman badan, hakim membebankan denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan
Serta kewajiban membayar uang pengganti Rp809 miliar.
Pihak pengadilan akan menyita seluruh aset kekayaan terdakwa untuk dilelang jika ia gagal melunasi tenggat pembayaran tersebut.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News













