Program Pemulihan Pascabencana
Dosen pembimbing, Ns. Endiyono, S.Kep., M.Kep., merinci sejumlah agenda strategis yang tim laksanakan.
Program tersebut meliputi rehabilitasi lahan melalui sistem agroforestry terintegrasi, inovasi bio-input, hingga penyediaan mesin pencacah (chopper) portable.
Selain itu, mahasiswa mengenalkan pembuatan briket arang dari limbah kayu, budi daya ikan dalam ember (Budikdamber), serta pemulihan ekonomi kreatif.
Guna mengatasi hambatan komunikasi, tim menyediakan teknologi Starlink untuk mempermudah akses internet warga.
Sektor mental dan fisik juga menjadi prioritas melalui program psikososial, trauma healing, layanan kesehatan penyakit pascabencana, pendidikan anak sekolah, hingga Pos Bantuan Hukum (Posbakum).
Seluruh aktivitas berpusat pada Pos Pelayanan Muhammadiyah Batuhula.
Yelpi Pulungan, selaku koordinator pos pelayanan, menyebutkan bahwa para penyintas menyambut hangat kehadiran tim UMP.
Kerja sama antara mahasiswa, penyintas, MDMC Tapanuli Selatan, serta perangkat desa memastikan setiap program berjalan efektif dan berkelanjutan.
BEM UMP menaruh harapan besar agar dampak positif ini terus berkembang, terutama pada pemulihan ekosistem lahan pertanian yang rusak.
Upaya tersebut diharapkan mampu menyediakan sumber pendapatan baru bagi warga melalui hasil hutan dan hortikultura.
“Sekaligus menjadi benteng alam guna mencegah bencana susulan,” katanya.
Keberhasilan ini mengukuhkan posisi mahasiswa UMP sebagai agen perubahan yang adaptif dan solutif bagi masyarakat Indonesia.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















