UMP Tingkatkan Kualitas Penutur Bahasa Asing Melalui Teknologi

Lokakarya Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) 2026 bertema "Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran BIPA Era Modern" ini berlangsung secara bauran bertempat pada UMP Tower Lantai 10 Ruang K.X.4.
Lokakarya Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) 2026 bertema "Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran BIPA Era Modern" ini berlangsung secara bauran bertempat pada UMP Tower Lantai 10 Ruang K.X.4.

TABLOIDELEMEN.com – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar Lokakarya Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) 2026 pada Jumat 22 Mei 2026.

Kegiatan bertema “Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran BIPA Era Modern” ini berlangsung secara bauran bertempat pada UMP Tower Lantai 10 Ruang K.X.4.

Acara tersebut melibatkan para pengajar BIPA, akademisi, serta peserta lintas institusi.

Panitia menghadirkan Editia Herningtias, M.Hum., seorang pengajar BIPA pada negara Italia, Turki, serta Belarus, selaku pembicara utama.

Kepala Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) UMP, Condro Nur Alim, Ph.D., mengawali serta membuka acara ini secara resmi.

Bacaan Lainnya
Milo

Ketua panitia, Ayu Ratna Ningtyas, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa perkembangan teknologi menjadi alasan utama pelaksanaan lokakarya.

Pengajar BIPA harus beradaptasi agar materi tetap relevan bagi pemelajar asing.

“Kami berharap lokakarya ini dapat menjadi salah satu wadah berbagi ilmu, pengalaman, dan inovasi antara praktisi, pembelajar, dan pengajar BIPA,” tuturnya kepada tabloidelemen.com di Purwokerto, Selasa 26 Mei 2026.

Ayu juga mengapresiasi semangat kolaborasi seluruh peserta demi kemajuan BIPA global.

Sementara itu, Condro Nur Alim memuji perkembangan program BIPA UMP yang memiliki daya saing internasional.

Penguasaan bahasa para mahasiswa asing berjalan sangat cepat.

“Mahasiswa asing itu antara tiga sampai empat bulan sudah bisa produktif dan menggunakan bahasa Indonesia dasar untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Condro menilai pengelolaan BIPA UMP berjalan terstruktur sehingga memberi pengalaman positif.

“Para pengajar harus kreatif serta inovatif menciptakan pembelajaran interaktif guna memenuhi kebutuhan pemelajar internasional masa kini.

 

Pos terkait

Milo