Mahasiswa Internasional UMP Kenalkan Bahasa Global di SD Muhammadiyah Rawalo

SD Muhammadiyah Rawalo melalui kolaborasi internasional bertajuk “Sharing Stories from Around The World” membuktikan bahwa penguasaan bahasa dunia mampu menjadi pengalaman mengasyikkan bagi anak-anak.
SD Muhammadiyah Rawalo melalui kolaborasi internasional bertajuk “Sharing Stories from Around The World” membuktikan bahwa penguasaan bahasa dunia mampu menjadi pengalaman mengasyikkan bagi anak-anak.

TABLOIDELEMEN.com – Upaya menghapus stigma sulitnya belajar bahasa asing kini menyasar dunia pendidikan dasar.

SD Muhammadiyah Rawalo melalui kolaborasi internasional bertajuk “Sharing Stories from Around The World” membuktikan bahwa penguasaan bahasa dunia mampu menjadi pengalaman mengasyikkan bagi anak-anak.

Agenda yang berlangsung ini melibatkan mahasiswa asing dari Program Master of Islamic Education, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Kehadiran mahasiswa lintas negara tersebut membawa atmosfer global ke dalam ruang kelas.

Para pengajar tamu ini meliputi Ayesha Sohail dari Pakistan, Tine Valmeo dari Filipina, serta Samar T.M. Alhaj dari Palestina.

Bacaan Lainnya
Milo

Ketiganya menyajikan sesi berbagi cerita dan permainan interaktif yang memicu rasa ingin tahu siswa terhadap keragaman budaya mancanegara.

Kepala SD Muhammadiyah Rawalo, Ustadzah Laelina Fitrotulngizah, menyaksikan langsung antusiasme tinggi para anak didiknya selama proses interaksi berlangsung.

“Anak-anak sangat antusias. Mereka belajar bahasa asing tanpa merasa terbebani,” katanya.

“Kegiatan ini membuka wawasan global siswa sejak dini dan membuktikan bahwa belajar bahasa asing itu bisa menyenangkan dan membahagiakan,” imbuhnya dengan penuh apresiasi.

Kenalkan Bahasa Global

Samar T.M. Alhaj, salah satu mahasiswa asal Palestina, mengaku terkesan dengan kesiapan sekolah dalam menyambut program ini.

“The International Class Program held at SD Muhammadiyah Rawalo was a very valuable and inspiring experience for everyone involved. From the moment we arrived, the school atmosphere felt welcoming, clean, and well-prepared for learning,” tuturnya.

“The teachers and staff showed great professionalism and kindness, creating a comfortable environment for both visitors and students,” imbuhnya

Dekan FAI UMP, Assoc. Prof. Dr. Makhful, M.Ag., memandang inisiatif ini sebagai bentuk nyata internasionalisasi pendidikan yang menyentuh akar rumput.

Menurutnya, pembelajaran global harus bersifat humanis serta kontekstual bagi siapa saja.

“FAI UMP berkomitmen menghadirkan pembelajaran global yang humanis dan kontekstual. Kolaborasi dengan sekolah dasar seperti ini adalah bukti bahwa internasionalisasi tidak harus jauh, tetapi bisa dimulai dari ruang kelas anak-anak,” tegas Makhful.

Sejalan dengan visi tersebut, Ketua Program Studi Magister PAI, Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag., menitikberatkan pada penguatan karakter siswa.

Kehadiran warga asing di tengah siswa sekolah dasar mampu memupuk rasa toleransi dan keberanian berkomunikasi sejak usia dini.

Darodjat menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa internasional dalam pengabdian masyarakat merupakan bagian penting dari proses studi mereka di UMP.

“Mahasiswa internasional tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga berkontribusi langsung di masyarakat. Anak-anak juga belajar toleransi, keberagaman, dan komunikasi lintas budaya sejak dini,” ungkap Darodjat

 

 

Pos terkait

Milo