TABLOIDELEMEN.com – Luasan lahan tembakau pada Kabupaten Purbalingga menyusut sekitar 40 hektare sepanjang setahun terakhir.
Cuaca ekstrem sepanjang tahun 2025 menjadi pemicu utama penurunan minat petani menanam komoditas ini.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Purbalingga, Prayitno, menjelaskan bahwa cuaca tak menentu mengganggu proses penjemuran.
Dampaknya, kualitas hasil panen menurun sehingga harga jual anjlok.
“Hal itu menyebabkan harga tembakau merosot. Sehingga, petani enggan menanam tembakau,” katanya, Senin 8 Juni 2026.
Selain masalah harga, musim tanam 2026 pun menghadapi kendala serius. “Selain itu pada tahun 2026 ini, banyak persemaian tembakau yang tidak berhasil,” tambah Prayitno.
Data DPPP mencatat sisa lahan tembakau kini hanya 36,06 hektare yang tersebar pada dua desa sentra di Kecamatan Karangreja.
Desa Serang memiliki 18,3 hektare lahan dengan 266 petani, sementara Desa Kutabawa mengelola 17,76 hektare lahan oleh 288 petani.
Meskipun luasan lahan berkurang, pemerintah tetap menyalurkan dukungan melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) senilai Rp494.996.800.
Anggaran tersebut mendanai pelatihan kapasitas petani, mulai dari pembuatan pupuk organik hingga pengolahan pangan.
Kelompok tani juga menerima bantuan fisik berupa bibit, pupuk, satu unit UPH Dome Dryer, serta pembangunan jalan usaha tani sepanjang 527 meter.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut memberikan dukungan program Good Agriculture Practice (GAP) tembakau.
Fasilitas tersebut mencakup penyediaan benih, sarana pembibitan.
Serta dukungan tenaga kerja guna menjaga produktivitas petani tembakau tetap bertahan meski menghadapi tantangan iklim yang makin berat.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita



















