TABLOIDELEMEN.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purbalingga merilis data terbaru mengenai perluasan krisis air bersih akibat musim kemarau panjang.
Total 41 desa pada 12 kecamatan resmi mengajukan permohonan pasokan bantuan air bersih.
Bencana kemarau ini menimpa 3.676 kepala keluarga atau setara 13.060 jiwa warga daerah pedesaan.
Armada petugas lapangan telah menyalurkan bantuan air bersih mencapai 882 tangki atau sekitar 4,107 juta liter.
“Jumlah desa terdampak terus bertambah seiring semakin panjangnya musim kemarau,” kata Sekretaris BPBD Aris Mulyanto, Rabu 2 September 2026.
Dampak Kemarau Panjang di Purbalingga Meluas
Aris Mulyanto merinci penambahan wilayah desa yang membutuhkan pasokan distribusi air.
Catatan 40 desa sudah mengirimkan surat permohonan resmi kepada pihak BPBD.
Satu desa lainnya turut mengajukan permohonan melalui sambungan telepon serta pesan singkat.
“Jadi total ada 41 desa yang sudah mengajukan permohonan dropping air bersih. Sebanyak 40 desa sudah mengajukan secara tertulis dan satu desa melalui WA,” ujarnya.
BPBD Purbalingga Kirim Air Bersih
Perluasan wilayah bencana juga merambah tingkat kecamatan.
Pekan sebelumnya musibah kekurangan air menimpa 11 kecamatan, namun kini angka daerah terdampak melonjak menjadi 12 kecamatan.
Kecamatan Rembang menjadi area terbaru dalam daftar wilayah krisis.
Tiga desa kawasan tersebut mengalami kelangkaan air, yakni Wanogara, Wlahar, dan Wanogara Kulon.
Aparatur Pemerintah Desa Wanogara Kulon baru menyampaikan permohonan via telepon tanpa surat resmi.
“Tetapi Pemerintah desa belum mengirimkan permohonan secara tertulis kepada BPBD,” katanya.
Tim BPBD mengalkulasi kondisi riil lapangan berpotensi lebih parah ketimbang data resmi 41 desa.
Banyak warga desa lain sudah mengeluhkan kelangkaan air bersih, namun aparatur desa setempat belum melayangkan surat permohonan resmi.
“Ada beberapa desa yang warganya sudah minta dropping air bersih. Tapi dari Pemdes belum berkirim surat ke BPBD,” ungkap Aris.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News























