Kwarran Bojongsari Siap Sukseskan Estafet Tunas Kelapa 2026

Untuk kesiapan pelaksanaan Estafet Tunas Kelapa Tahun 2026 tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga, pengurus Kwarran Bojongsari menyelenggarakan sosialisasi kesiapan di Pendopo Kecamatan Bojongsari pada Kamis, 3 September 2026.
Untuk kesiapan pelaksanaan Estafet Tunas Kelapa Tahun 2026 tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga, pengurus Kwarran Bojongsari menyelenggarakan sosialisasi kesiapan di Pendopo Kecamatan Bojongsari pada Kamis, 3 September 2026.

TABLOIDELEMEN.com – Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Bojongsari mematangkan persiapan menjelang gelaran Estafet Tunas Kelapa Tahun 2026 tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga.

Wilayah Kwarran Bojongsari menjadi lokasi timbang terima cikal tunas kelapa Pramuka.

Untuk kesiapan pelaksanaan, pengurus Kwarran Bojongsari menyelenggarakan sosialisasi kesiapan di Pendopo Kecamatan Bojongsari pada Kamis, 3 September 2026.

Sinergi Berbagai Elemen di Kecamatan Bojongsari

Sosialisasi ini menghadirkan Ketua dan anggota Mabiran Bojongsari, pengurus Kwarran Bojongsari, para Ka Mabigus tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMK/MA se-Kecamatan Bojongsari.

Serta, para Ka Mabisa dan jajaran perangkat desa serta pengurus Organisasi kemasyarakatan.

Bacaan Lainnya

Seperti Karang Taruna Kecamatan, GP Anshor, Pemuda Muhammadiyah, dan Pemuda Pancasila tingkat kecamatan.

“Nantinya, kontingen dari Kwarran Bojongsari akan timbang terima cikal dari Kwarran Mrebet,” kata Ketua Panitia Estafet Tunas Kelapa Kwarran Bojongsari, Anwar Hadi Handoyo.

Rute Pengarakan dan Sejarah Estafet Tunas Kelapa

Anwar Hadi Handoyo menjelaskan bahwa pasukan anggota Pramuka Kwarran Bojongsari mengarak cikal melintasi Desa Bumisari, Pekalongan, serta Metenggeng.

Pasukan dari Kwarran Kutasari kemudian melanjutkan perjalanan estafet tersebut mulai dari titik Desa Karangcegak.

“Kemudian secara estafet Kwarran Kutasari akan melanjutkannya. Mulai dari Desa Karangcegak,” kata Anwar Hadi Handoyo.

Estafet Tunas Kelapa sendiri merupakan tradisi bersejarah Gerakan Pramuka di Jawa Tengah.

Tokoh Pramuka Salatiga seperti Hadi Soetjipto, Marwoto, dan Johnny Andries bersama Kolonel Soeparno menginisiasi kegiatan ini pertama kali pada tahun 1967.

 

 

 

 

Pos terkait

Acer2026