Komisi X DPR RI Minta BPS Perkuat Validasi DTSEN

Anggota Komisi X DPR RI, Karmila Sari. Sumber Foto: dpr.go.id
Anggota Komisi X DPR RI, Karmila Sari. Sumber Foto: dpr.go.id

Solusi Pemutakhiran dan Validasi Data Tunggal Sosial Ekonomi

Kompleksitas proses penghimpunan data BPS harus memiliki pengimbang berupa strategi pemutakhiran yang efektif.

Penetapan desil memegang peran vital sebagai basis penentuan warga penerima berbagai bantuan sosial pemerintah.

Karmila menjelaskan bahwa warga yang mengalami ketidaksesuaian status desil dapat mengajukan pembaruan data secara mandiri melalui jalur resmi.

Bacaan Lainnya

“Sekarang yang lebih cepat adalah meng-update desil. Ada website khusus untuk itu. Secara normal, desil itu per tiga bulan boleh update,” katanya.

“Itu pun boleh secara pribadi dengan menampilkan foto rumah dan surat keterangan tidak mampu. Metode ini harus betul-betul tersosialisasikan,” imbuh legislator tersebut.

Karmila memaklumi bahwa potensi kesalahan manusia atau human error kerap terjadi dalam proses survei lapangan.

Meskipun demikian, BPS tidak boleh menjadikan faktor teknis tersebut sebagai alasan untuk mengabaikan perbaikan kualitas data nasional.

Guna mengatasi kendala pendataan, BPS perlu mempererat sinergi bersama aparat desa yang mengenal langsung kondisi ekonomi warganya.

Keterlibatan aktif aparat desa sanggup mendorong transparansi informasi.

Sekaligus memastikan pembaruan data berjalan akurat demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

“Kita paham, artinya dalam setiap proses itu pasti ada human error. Untuk itu, BPS harus bekerja totalitas dengan aparat desa,” katanya.

“Error itu pasti ada, termasuk mungkin human error petugas di lapangan. Ini yang mestinya ada sinkronisasi serta kolaborasi antara BPS, terutama dengan aparat desa,” pungkas Karmila.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait