Ketegangan Politik dan Aturan Ketat Visa Bayangi Piala Dunia 2026

Suporter Senegal saat menyaksikan pertandingan di Rabat, Moroko pada 18 Januari 2026.Suporter Senegal saat menyaksikan pertandingan di Rabat, Moroko pada 18 Januari 2026. Sumber Foto: dw.com
Suporter Senegal saat menyaksikan pertandingan di Rabat, Moroko pada 18 Januari 2026.Suporter Senegal saat menyaksikan pertandingan di Rabat, Moroko pada 18 Januari 2026. Sumber Foto: dw.com

TABLOIDELEMEN.com – Konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran mencetak sejarah baru.

Karena belum pernah ada negara tuan rumah Piala Dunia yang tengah berperang dengan tim peserta.

Ketegangan politik ini berjalan selaras dengan pengetatan aturan visa AS yang memicu gelombang kritik dari berbagai pihak.

Kebijakan imigrasi tersebut membuat pendukung dari beberapa negara peserta hampir tidak memiliki kesempatan menonton langsung di stadion.

Pemerintah AS menerapkan larangan masuk penuh bagi penonton asal Iran dan Haiti.

Bacaan Lainnya
Milo

Otoritas setempat hanya mengizinkan tim serta staf pendukung mereka memasuki wilayah negara.

Selanjutnya, penggemar dari Senegal dan Pantai Gading juga menghadapi situasi serupa.

Sebab pemerintah AS menghentikan sebagian besar penerbitan visa turis bagi warga kedua negara tersebut.

Kebijakan ini muncul karena banyak pelancong masa lalu tinggal melebihi masa berlaku visa mereka.

Sebelumnya, pemerintah AS bahkan sempat mewajibkan uang jaminan hingga 15.000 dolar AS (sekitar Rp270 juta) bagi pengunjung dari sejumlah negara, sebelum akhirnya membatalkan aturan itu bagi pemegang tiket menjelang turnamen.

Selain masalah visa, kemungkinan adanya operasi dari petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) ikut memicu rasa tidak nyaman bagi publik.

Menjelang acara tersebut, pemerintah AS menolak menutup kemungkinan adanya pemeriksaan atau penangkapan di sekitar stadion Piala Dunia.

 

Pos terkait

Milo