Kemensos Tambah Kuota Sekolah Rakyat Jadi 45 Ribu Siswa

Sekolah Rakyat adalah program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan dengan menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin desil 1 dan 2
Sekolah Rakyat adalah program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan dengan menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin desil 1 dan 2

TABLOIDELEMEN.com – Kementerian Sosial memperluas kuota peserta didik Sekolah Rakyat dari 15.000 menjadi 45.000 siswa pada 2026.

Upaya strategis ini bertujuan memutus rantai kemiskinan antar-generasi yang masih membelenggu masyarakat.

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menyampaikan keputusan tersebut saat menutup pelatihan manajemen pendidikan di Cibinong

Peningkatan daya tampung ini merespons data Badan Pusat Statistik yang menunjukkan 4,1 juta anak usia sekolah tidak mengenyam pendidikan.

Agus menegaskan bahwa lembaga ini mengemban misi besar melampaui pemberian ilmu formal.

Bacaan Lainnya
Milo

Program tersebut menyasar khusus keluarga miskin yang kehilangan harapan untuk memperbaiki taraf hidup.

“Sekolah Rakyat ini berbeda. Kita tidak hanya mengajarkan ilmu. Tetapi menjalankan misi besar untuk memutus rantai kemiskinan. Inilah jembatan emas bagi keluarga-keluarga yang selama ini tidak memiliki harapan,” ujar Agus Jabo Priyono.

Memulihkan Harapan Keluarga

Meskipun kuota bertambah, jumlah ini baru menjangkau sebagian kecil dari jutaan anak yang membutuhkan.

Hal tersebut memicu semangat jajaran kementerian untuk terus memperlebar akses pendidikan bagi kelompok rentan.

Pemerintah turut menerapkan sistem jemput bola guna mencari anak-anak yang putus sekolah di berbagai wilayah.

Agus meyakini keberhasilan satu anak dalam menempuh pendidikan akan memulihkan ekonomi seluruh anggota keluarga.

“Sekolah Rakyat tidak hanya mengubah satu anak, tetapi memulihkan harapan satu keluarga. Dari yang sebelumnya tidak punya harapan, kini mereka memiliki masa depan,” ungkapnya.

Agus menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor demi memastikan keberlanjutan program.

Ia memposisikan institusi ini sebagai jalur utama bagi masyarakat miskin untuk meraih kesejahteraan.

Pos terkait

Milo