TABLOIDELEMEN.COM – Dampak musim kemarau berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Purbalingga kini semakin memprihatinkan.
Menanggapi aduan masyarakat terdampak, DPRD Kabupaten Purbalingga bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah titik di enam desa di lima kecamatan, Jumat 9 Oktober 2026.
Ketua DPRD Purbalingga, HR Bambang Irawan, mendampingi wakil ketua Hj Tenny Juliawaty, melepas langsung pengiriman bantuan tersebut.
Pihaknya mengerahkan tiga armada tangki untuk menjangkau wilayah yang mengalami krisis air paling parah.
Pengiriman bantuan menyasar Desa Pandansari (Kejobong), Desa Kedunglegok (Kemangkon), serta Desa Karanganyar dan Desa Kaliori (Karanganyar).
Selain itu, petugas juga menyisir Desa Pengalusan di Grumbul Biting (Mrebet) serta Desa Kasih (Kertanegara).
Ketua RT setempat di Desa Kasih, Jamal, mengungkapkan keluhan mengenai kondisi kekurangan air yang melanda wilayahnya selama lebih dari dua bulan.
Situasi pelik ini sangat menyulitkan warga dalam menjalankan aktivitas harian.
Jamal menjelaskan, sebagian warga terpaksa berburu sumber air alternatif demi memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Warga bahkan mendatangi Sungai Tambra di Kertanegara Kidul dan Sungai Kedungula sekadar untuk mencuci pakaian.
“Kondisi kekeringan sudah sangat parah, lebih dari dua bulan. Untuk mencuci dan kegiatan sehari-hari. Warga mencari alternatif ke sungai terdekat karena sumber air di lingkungan sudah sangat terbatas,” ungkap Jamal.
Jamal menambahkan, sumur milik warga yang memiliki kedalaman hingga 12 meter pun sudah mengering total.
Meski Pemerintah Kabupaten Purbalingga telah dua kali menyalurkan bantuan, pasokan tersebut belum mencukupi.
“Tentunya kami berharap bantuan air bersih ini dapat terus diberikan oleh DPRD Purbalingga ataupun pihak terkait, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi warga, khususnya warga kami di Desa Kasih,” tambah Jamal.
Menanggapi harapan warga, Ketua DPRD Purbalingga HR Bambang Irawan menegaskan komitmennya untuk menyalurkan bantuan secara masif dan berkelanjutan.
Pihaknya menggandeng berbagai pemangku kepentingan hingga krisis kekeringan benar-benar berakhir.
DPRD Purbalingga berupaya penuh untuk hadir di tengah masyarakat guna memenuhi pasokan air bersih harian.
Upaya ini menjadi prioritas utama demi meringankan beban warga.
“Kami dari DPRD Purbalingga mengerahkan tiga armada yang bergerak dari pagi sampai dini hari untuk membantu wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan. Ada beberapa titik yang menjadi tujuan penyaluran bantuan ini,” ujar HR Bambang Irawan.
HR Bambang Irawan turut mengajak masyarakat yang berkecukupan untuk saling bahu-membahu menolong sesama.
Menurutnya, kepedulian sosial sangat penting dalam mengatasi bencana kemarau ini.
“Intinya, kami mohon doa restu dan mengajak masyarakat untuk saling bergotong royong,” katanya.
“Bagi yang mampu dan memiliki kesempatan, mari tunjukkan rasa empati kepada saudara-saudara kita yang terdampak kekeringan di wilayah Purbalingga,” imbuh HR Bambang Irawan.
Selanjutnya, HR Bambang Irawan memanjatkan doa agar hujan segera mengguyur daerah tersebut setelah kemarau melanda selama empat bulan lebih.
Tercatat, dampak kekeringan telah meluas hingga sedikitnya 60 desa di Kabupaten Purbalingga.
“Mudah-mudahan Allah segera menurunkan hujan dan membawa keberkahan bagi umat-Nya,” tambah HR Bambang Irawan.
Aksi tanggap darurat ini membawa angin segar bagi warga.
Seluruh pihak berharap bantuan air bersih tersebut mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat serta menekan dampak kekeringan di Purbalingga.

Satu di antara cara untuk mendapatkan hasil menulis yang maksimal adalah dengan melihatnya sebagai sebuah petualangan.
Hanya dengan berpetualangan, saya mengetahui dan menemukan keberagaman materi tulisan.
Baca update artikel lainnya di Google Berita



















