TABLOIDELEMEN.com – Majelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Karya serta Pinsaka Adhyasta Pemilu Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kabupaten Purbalingga periode 2026–2031 resmi dilantik.
Prosesi pelantikan khidmat bertempat di Aula Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Purbalingga pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Ketua Kwartir Cabang Purbalingga, Tri Gunawan, hadir secara langsung bersama jajaran pimpinan Bawaslu Kabupaten Purbalingga.
Pelantikan pengurus baru ini menjadi momentum strategis dalam mengoptimalkan wadah kepanduan pramuka sebagai mitra terdepan pengawasan pemilu.
Bawaslu Purbalingga bersama Kwarcab Purbalingga berharap sinergi lintas kelembagaan dalam memperkuat pengawasan partisipatif berbasis kepemudaan dapat berjalan semakin optimal dan berkelanjutan.
Keberadaan wadah kepanduan ini merupakan pilar penting dalam menanamkan kesadaran berdemokrasi sejak dini.
Pilar Utama Pendidikan Pengawasan Pemilu Partisipatif
Sementara, Ketua Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Misrad, menyampaikan pandangannya usai pelantikan mengenai peran strategis Saka Adhyasta Pemilu.
Ia menegaskan pentingnya keterlibatan pemuda dalam mengawal agenda demokrasi.
“Pelantikan Mabisaka dan Pinsaka Adhyasta Pemilu ini bukan sekadar seremonial organisasi, melainkan langkah strategis dalam memperkuat fungsi pendidikan pengawasan partisipatif. Menyongsong pemilu ke depan, keterlibatan aktif adik-adik pramuka sangat diandalkan untuk menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai kejujuran dan integritas di tengah masyarakat,” ujar Misrad.
Gerakan Moral Kepemudaan Mengawal Demokrasi Berintegritas
Pembentukan pengurus Saka Adhyasta Pemilu masa bakti 2026–2031 memegang peranan krusial sebagai pilar utama pendidikan pengawasan partisipatif.
Sedangkan, keberadaan kader pramuka yang terlatih di tingkat basis menjadi kekuatan strategis untuk merawat kesadaran politik pemilih pemula, menangkal hoaks, serta memperluas jangkauan pengawasan.
Sehingga, melalui sinergi yang kokoh antara Bawaslu Purbalingga dan Kwarcab Purbalingga, fungsi pengawasan partisipatif tidak hanya berjalan secara administratif semata.
Gerakan ini bertransformasi menjadi gerakan moral kepemudaan yang berkelanjutan demi mengawal kualitas demokrasi yang matang dan berintegritas di Kabupaten Purbalingga.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita



















