Teladani Semangat Kartini, Syahzani Fahmi Selalu Jaga Keseimbangan Peran Pendamping Bupati Purbalingga

Syahzani Syasya Tsania, Istri Bupati Purbalingga Fahmi Muhamad Hanif. Foto : Prokompin Setda Purbalingga
Syahzani Syasya Tsania, Istri Bupati Purbalingga Fahmi Muhamad Hanif. Foto : Prokompin Setda Purbalingga

TABLOIDELEMEN.com – Syahzani Syasya Tsania, istri Bupati Purbalingga Fahmi Muhamad Hanif, menekankan pentingnya kesadaran peran dalam menjalankan rutinitas yang padat.

Sebagai pendamping kepala daerah, ia memandang keseimbangan dan keikhlasan menjadi kunci utama mengelola waktu antara mengurus keluarga dan mendukung kegiatan suami, serta aktivitas pribadi.

Menurutnya, tidak semua hal harus terlaksana secara bersamaan.

Namun, setiap peran perlu berproses dengan penuh kesadaran agar memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Strategi ini membantu saya tetap fokus menjalankan kewajiban tanpa merasa terbebani oleh tuntutan posisi suamia sebagai Bupati Purbalingga,” katanya kepada tabloidelemen.com, Senin 20 April 2026 malam.

Bacaan Lainnya
Kartini 21 April 2026

Dalam urusan domestik rumah tangga, Syahzani menetapkan skala prioritas dengan menempatkan keluarga pada urutan teratas.

Ia membangun komunikasi intensif bersama suami guna memahami tanggung jawab luar biasa yang mereka emban.

“Keikhlasan satu sama lain menjadi pondasi kuat saat menjalankan peran masing-masing di tengah masyarakat,” tuturnya.

Strategi Manajemen Energi dan Perencanaan Matang

Fleksibilitas menjadi unsur penting agar urusan rumah tangga dan partisipasi aktif dalam organisasi berjalan selaras.

Syahzani memilih untuk tidak sekadar menunggu waktu luang sang suami yang memiliki agenda sangat padat.

Sebaliknya, ia mengambil inisiatif untuk menghadirkan momen kebersamaan bagi anggota keluarga.

Menciptakan “ruang sakral” bagi keluarga sering kali terlaksana pada akhir pekan.

Aktivitas sederhana seperti berkendara motor menuju Serang Pratin untuk melihat Gunung Slamet atau sekadar makan bersama menjadi sarana efektif menumbuhkan atau ngecas tanki cinta dan kasih sayang anak-anak.

“Jadi bukan seberapa lama waktu bersama, yang terpenting, walau waktu terbatas tetapi berkualitas. Kita berdua hadir membersamai anak-anak,” tutur Syahzani menekankan esensi kebersamaan.

Bagi Syahzani, mengelola energi memiliki tingkat kepentingan yang sama dengan mengelola waktu.

Ia menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat agar kondisi fisik tetap optimal.

Syahzani memanfaatkan waktu-waktu produktif untuk menyelesaikan tugas yang membutuhkan fokus tinggi.

Namun tetap memperhatikan kebutuhan tubuh agar tetap sehat.

Penerapan skala prioritas kembali menjadi andalan dalam manajemen energi ini.

Karena ia menyadari bahwa tidak semua pekerjaan harus selesai oleh tangannya sendiri secara bersamaan.

Perencanaan yang matang memungkinkan Syahzani memilah tugas yang perlu didahulukan atau tugas yang bisa mendapatkan delegasi kepada pihak lain.

“Dengan perencanaan yang baik, saya bisa mengatur mana yang perlu didahulukan dan mana yang bisa saya delegasikan. Sehingga energi tidak terkuras secara berlebihan,” kata Syahzani.

 

 

 

Pos terkait

Kartini 21 April 2026