Giesella Naeluliza Arofiq, Murid SMP Negeri 2 Karangreja Juara I Lomba Berpidato, Siap Mewakili Purbalingga di Tingkat Propinsi Jawa Tengah

Giesella Naeluliza Arofiq, Murid SMP Negeri 2 Karangreja Bersama Melisa Afrian guru Bahasa Indonesia.
Giesella Naeluliza Arofiq, Murid SMP Negeri 2 Karangreja Bersama Melisa Afrian guru Bahasa Indonesia.

TABLOIDELEMEN.COM – Giesella Naeluliza Arofiq murid Kelas 9B SMP Negeri 2 Karangreja sukses meraih Juara I lomba berpidato tingkat SMP se-Kabupaten Purbalingga.

Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan Lomba Berpidato dan Lomba Baca Puisi untuk memperingati Bulan Bahasa Tahun 2026.

Acara tersebut berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Padamara pada Senin, 5 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Giesel, panggilan akrabnya, mengumpulkan total nilai 277 melalui pembawaan pidato bertema Bahasa Indonesia Berdaulat Indonesia Maju secara memukau.

Pencapaian luar biasa ini mengantarkan Giesel menjadi wakil Kabupaten Purbalingga dalam ajang serupa pada tingkat Jawa Tengah.

Persiapan Matang Ikut Lomba Pidato

Sebelum kompetisi mulai, Giesel mengaku telah menyiapkan mental serta semangat kepercayaan diri secara matang.

“Walaupun saya bersekolah di SMP Negeri 2 Karangreja yang notabene sekolah di lereng Gunung Slamet, tapi saya tetap bersemangat mengikuti lomba ini,” katanya, Selasa 13 Oktober 2026.

Giesel hanya membutuhkan waktu dua hari untuk menguasai materi pidato sesuai aturan perlombaan.

Ia memanfaatkan waktu istirahat sekolah secara maksimal untuk mengasah kemampuannya.

“Saya berlatih saat waktu istirahat saja di sekolah. Saya latihan di ruang perpustakaan,” tuturnya.

Gadis berkerudung ini penuh keyakinan menirukan gaya berpidato guru Bahasa Indonesia, Melisa Afrian.

Menurutnya, gaya mengajar sang guru sangat santun dan persuasif.

“Gaya pidato Bu Melisa sangat santun dan persuasif. Saya mengidolakan Bu Melisa,” katanya renyah.

Giesel tampil tanpa beban dan sangat percaya diri selama perlombaan berlangsung.

Ia mengandalkan teknik retorika prima, intonasi jernih, serta penyampaian ekspresif. Penampilan impresif tersebut berhasil menyentuh hati para dewan juri lapangan.

Raihan prestasi ini merupakan buah manis atas komitmen latihan yang konsisten.

“Ini merupakan hasil bimbingan intensif para guru. Pencapaian juga bermodalkan kerja keras, serta doa-doa terbaik dari semua orang untuk saya,” katanya.

Menghadapi persaingan tingkat Provinsi Jawa Tengah, Giesel terus mematangkan kualitas diri.

Ia fokus melatih volume suara agar terdengar nyaring sampai barisan belakang tanpa terkesan berteriak.

“Apa sih lainnya ya, latihan vokal dan artikulasi, sistematika isi, serta gaya atau improvisasi dan kesesuaian tema. Pokoknya doakan saya dapat menjadi yang terbaik,” pungkasnya.

Pos terkait