TABLOIDELEMEN.com – Fokuskan energi hari Sabtu memohon rezeki bertambah, tanpa berkurang, meminta kemuliaan dan tidak terhina.
“Alloohumma zidnaa wa laa tanqushnaa wa akrimnaa wa laa tuuhinaa wa a’athinaa wa laa tahrimnaa wa aatsirnaa wa laa tu’tsir ‘alainaa wa ardhinaa wardhoo ‘annaa.” (Ya Allah, tambahkan rezeki kami, jangan Engkau kurangi. Muliakan kami, jangan Engkau hinakan. Beri kami, jangan Engkau halangi. Pilih kami, jangan Engkau tinggalkan, dan ridhai kami.)
Ulama Nahdlatul Ulama (NU) mendasarkan anjuran berdoa pada banyak ayat Al-Qur’an dan Hadis.
Merujuk pada firman Allah dalam Surat Ghafir ayat 60: “Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagimu.’
Ayat ini menegaskan kedudukan doa sebagai perintah langsung, menjadikannya ibadah utama. NU mengajarkan, saat seseorang memohon kepada Allah, ia harus memperhatikan etika atau adab agar doa segera terkabul.
Doa ini merupakan warisan Ali bin Abi Thalib untuk memohon agar Allah mencukupkan rezeki yang halal dan menjauhkan diri dari yang haram. Doa ini sangat masyhur.
Allāhumma akfinī bi ḥalālika ‘an ḥarāmik, wa aghninī bi faḍlika ‘amman siwāk. (Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki halal-Mu dari yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung kepada selain-Mu).
Memadukan kerja keras (ikhtiar) dengan kekuatan spiritual (doa) sesuai adab yang ulama ajarkan adalah kunci utama meraih kelimpahan berkah.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis


















