DinkesPPKB Purbalingga Perluas Skrining Thalasemia Bagi Siswa Sekolah

hearing Thalasemia di Politeknik Madyatika, Selasa 11 Agustus 2026
hearing Thalasemia di Politeknik Madyatika, Selasa 11 Agustus 2026

TABLOIDELEMEN.COM – Kasus thalasemia di Kabupaten Purbalingga masih menjadi perhatian serius.

Hingga Juli 2026, Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) mencatat 86 kasus yang terdeteksi di wilayah tersebut.

Dari total temuan ini, sebanyak 37 penyandang berada pada rentang usia sekolah, yakni 7 hingga 18 tahun.

Kondisi tersebut mendorong Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Purbalingga memperkuat upaya deteksi dini melalui sektor pendidikan.

Integrasi Program Skrining dan Tantangan Medis

Ketua Tim P2PTM dan Keswa DinkesPPKB Purbalingga, Bekti Aribawanti Rini, menekankan pentingnya peluasan cakupan pemeriksaan agar pencegahan kasus baru berjalan optimal.

Bacaan Lainnya
81 Tahun RI

“Sangat penting sebetulnya untuk mencegah keturunan Thalasemia. Harapannya, program ini bisa tersosialisasikan lebih luas ke sekolah-sekolah,” tegas Rini dalam hearing Thalasemia di Politeknik Madyathika Purbalingga, Selasa 11 Agustus 2026.

Sesuai standar operasional Kementerian Kesehatan, skrining menyasar usia 2 dan 13 tahun yang kini menyatu dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi siswa kelas 7 SMP.

Namun, pelaksanaan pemeriksaan lapangan masih menghadapi kendala ketersediaan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), khususnya strip Hb yang bergantung pada alokasi pusat.

Pemeriksaan strip Hb ini menjadi indikator awal anemia sebelum pasien menjalani uji laboratorium lanjutan.

Dukungan Anggaran Pemerintah Kabupaten

Guna menyokong keberlangsungan penanganan para penyandang, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengalokasikan dukungan anggaran sebesar Rp162 juta setiap tahun.

Dana hibah ini tersalurkan langsung kepada POPTI demi membantu operasional pendampingan serta pemantauan pasien di daerah.

 

 

 

Pos terkait

Acer2026