Peringatan khusus juga tertuju pada area sekitar Kawah Sibangor Tonga dan Kawah Sibangor Julu.
Langkah antisipasi ini bertujuan meminimalisir risiko jatuhnya korban akibat potensi semburan lumpur atau pelepasan gas beracun yang dapat muncul secara mendadak.
Berdasarkan catatan sejarah, Gunung Sorik Marapi memiliki karakter erupsi freatik yang kerap menghasilkan abu dan semburan lumpur secara tiba-tiba.
Peristiwa serupa pernah melanda kawasan ini pada tahun 1830, 1917, hingga terakhir pada 1987.
Lana menegaskan bahwa titik erupsi tidak melulu terpusat pada kawah utama, melainkan bisa muncul melalui manifestasi panas bumi di sekitarnya.
Menyikapi eskalasi ini, Badan Geologi meminta warga tetap tenang dan mengikuti jalur koordinasi resmi pemerintah.
“Seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax).Tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah,” tegas Lana.
Saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau perkembangan data guna memastikan keselamatan warga di kaki Gunung Sorik Marapi.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News















