AHY Ungkapkan Kondisi Pesisir Pantura Jawa Sangat Memprihatinkan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),

Faktor Geologi dan Tekanan Demografi Pesisir

Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Tubagus Solihuddin, menyoroti bahwa pembangunan permukiman serta pusat ekonomi di Pantura berjalan sangat masif.

Tekanan demografi yang tinggi mendorong munculnya kawasan terbangun baru secara terus-menerus.

“Hal ini berujung pada ekstraksi sumber daya laut dan pesisir yang tidak terkontrol,” katanya.

Secara geologi, sebagian besar wilayah Pantai Utara Jawa tersusun oleh endapan pluvial dan delta yang belum terkompaksi dengan kuat.

Sifat tanah yang masih lunak membuat kawasan ini sangat mudah mengalami erosi serta pemampatan.

Bacaan Lainnya
Milo

Kerentanan fisik ini menjadi faktor utama pemicu amblesnya permukaan daratan.

Kondisi morfologis wilayah juga memperparah risiko bencana tersebut.

Mayoritas Pantai Utara Jawa merupakan dataran rendah dengan elevasi ketinggian kurang dari 10 meter.

Karakteristik ini mencakup 83% dari panjang seluruh pesisir utara, sehingga air laut sangat mudah merangsek ke daratan.

“Analisis melalui Citra Satelit Sentinel periode 2000 hingga 2024 menunjukkan tren yang mengkhawatirkan,” tegasnya.

Tubagus merinci bahwa laju erosi mendominasi perubahan garis pantai sebesar 65,8%. Sementara itu, tingkat penambahan daratan atau akresi hanya berada pada angka 34,2%.

Ketidakseimbangan ini berkaitan erat dengan aktivitas manusia di daerah hulu sungai.

Pembangunan bendungan, kanalisasi, serta pembelokan arah sungai memutus suplai sedimen menuju muara.

Akibatnya, area delta yang secara alamiah merupakan lokasi pengendapan justru mengalami pengikisan hebat.

Dampak modifikasi tersebut terlihat nyata di Tanjung Pontang, Serang, saat daratan seluas 1,72 kilometer persegi lenyap.

Fenomena serupa menimpa Muara Gembong, Bekasi,  sehingga air laut masuk hingga 4 kilometer ke daratan.

Kejadian ini menenggelamkan infrastruktur publik secara permanen serta merusak ribuan hektare tambak warga.

Pos terkait

Milo