TABLOIDELEMEN.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan kondisi pesisir pantai utara (Pantura) Jawa sangat memprihatinkan.
Potensi bencana terus membesar seiring penurunan permukaan tanah yang mencapai 15 hingga 20 sentimeter setiap tahun.
Fenomena ini memicu kekhawatiran mendalam terhadap keberlangsungan wilayah produktif tersebut.
Selain penurunan tanah, Pantura Jawa menghadapi ancaman kenaikan permukaan air laut akibat pemanasan global.
Data menunjukkan air laut naik antara 0,8 sentimeter hingga 1,2 sentimeter per tahun.
Kondisi tersebut menuntut perhatian khusus agar dampak buruk tidak meluas pada masa mendatang.
“Jika tidak ada penanganan serius, maka pada 2050 kondisinya bisa lebih parah dari saat ini,” kata AHY.
Ia menjelaskan, wilayah pesisir dari Kabupaten Serang hingga Kabupaten Situbondo tercatat mengalami erosi pada 65,8% area garis pantainya.
Tingginya tingkat abrasi ini memicu kerusakan lingkungan yang cukup masif.
AHY menekankan bahwa degradasi lingkungan tersebut memiliki konsekuensi fatal bagi penduduk lokal.
“Dampak langsung terlihat dengan hilangnya ruang hidup warga dan terganggunya infrastruktur ekonomi di wilayah tersebut,” ujarnya.
Menanggapi situasi darurat tersebut, AHY mengumpulkan sejumlah pejabat penting dan pakar.
Pertemuan tersebut menghadirkan Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ), perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta sejumlah kepala daerah. Koordinasi ini bertujuan merumuskan solusi terpadu atas krisis yang terjadi.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita










