TABLOIDELEMEN.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi memilih Kabupaten Purbalingga sebagai penyelenggara Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden Musim 2025/2026.
Keputusan tersebut tertuang melalui surat PSSI Nomor 2175/AGB/376/V-2026 tanggal 6 Mei 2026.
PSSI menetapkan Klub Persibangga Purbalingga selaku pengelola kegiatan dengan Stadion Goentoer Darjono sebagai arena utama.
Ketua Umum Askab PSSI Purbalingga sekaligus manajer tim Persibangga, Uut Triyas Yanuar, menyambut positif amanah besar ini.
Menurutnya, PSSI juga memberikan mandat kepada panitia pelaksana guna menjamin kesiapan sarana pertandingan, sistem keamanan, hingga layanan kesehatan.
“Kepercayaan PSSI menjadi peluang emas bagi Purbalingga untuk membuktikan kesiapan menyelenggarakan ajang olahraga skala nasional,” katanya.
Selain itu lanjut Uut, PSSI mewajibkan menyediakan transportasi bagi tim peserta serta mengelola aspek promosi kompetisi secara profesional.
Untuk itu, Uut menegaskan komitmen seluruh pihak dalam menyiapkan sarana maupun prasarana secara optimal.
Harapannya, kompetisi berlangsung lancar serta memberikan rasa nyaman bagi para pemain maupun pendukung klub. Kehadiran ajang ini turut mengemban misi penguatan ekonomi lokal melalui sektor UMKM.
“Kami berharap pelaksanaan putaran nasional nanti dapat berjalan sukses tanpa kendala, sekaligus mampu meningkatkan gairah sepak bola di Purbalingga,” tambahnya.
Uut juga mengajak warga serta suporter setia Persibangga untuk memadati stadion pada setiap laga.
Kehadiran penonton secara langsung merupakan suntikan semangat bagi para pemain Laskar Jenderal Soedirman saat berlaga.
“Ayo seluruh suporter dan warga masyarakat Purbalingga untuk penuhkan stadion dan dukung tim persibangga di setiap laga. Kita juga harus buktikan bahwa purbalingga merupakan kabupaten yang aman, kondusif dan layak menjadi tuan rumah,” tegasnya.
Melalui status sebagai tuan rumah, Persibangga memikul harapan besar untuk memanfaatkan dukungan publik sendiri. Target utama klub yakni meraih prestasi maksimal pada ajang kasta keempat sepak bola Indonesia tersebut.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















