330 Mahasiswa UMP Jalankan Program KKN di Purbalingga

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) siap mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kabupaten Purbalingga yang akan berlangsung sejak 24 Juli hingga 25 Agustus 2026.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) siap mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kabupaten Purbalingga yang akan berlangsung sejak 24 Juli hingga 25 Agustus 2026.

TABLOIDELEMEN.com – Sebanyak 330 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) siap mendampingi warga 32 desa dan satu kelurahan di Kabupaten Purbalingga.

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini berlangsung sejak 24 Juli hingga 25 Agustus 2026.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga menyambut para peserta di Gedung OR Graha Adiguna, Jumat 24 Juli 2026

Mewakili Bupati Purbalingga, Kepala Bapperida Nugroho Priyo Pratomo menyatakan bahwa tema KKN tahun ini selaras dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan desa sebagai motor penggerak.

“Kami berharap kehadiran para mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program pengabdian yang bermanfaat bagi pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Purbalingga,” katanya.

Bacaan Lainnya
AirAsia

Nugroho menambahkan bahwa KKN menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan keilmuan sekaligus memahami kondisi nyata lapangan.

“Mahasiswa KKN kami harapkan hadir bukan sekadar menjalankan program. Tetapi menjadi agen perubahan yang mampu mengoptimalkan potensi lokal serta memberikan solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara,  Ketua LPPM UMP Sri Wahyuni menegaskan bahwa ukuran keberhasilan KKN terletak pada perubahan positif warga.

“Kami berharap mahasiswa hadir sebagai mitra belajar bagi masyarakat. Kita perlu lebih banyak mendengar daripada berbicara, memahami lebih dahulu sebelum menawarkan solusi, serta menghargai kearifan lokal yang telah tumbuh dan berkembang di desa-desa,” katanya.

Para peserta langsung bergerak membawa solusi konkret. Peserta KKN di Desa Langgar mengusung penyuluhan teknik penyambungan tanaman lada guna mengatasi masalah busuk akar.

Sementara itu, peserta di Desa Tumanggal merancang pengelolaan sampah pemilahan untuk menyuburkan tanaman warga serta menghasilkan kerajinan bernilai ekonomi.

Pos terkait

Milo