Undip dan Pemkab Pemalang Hadirkan Teknologi Pengolah Air Minum Pesisir

Undip) Semarang bersama Pemerintah Kabupaten Pemalang meresmikan program rumah desalinasi air untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah pesisir utara.
Undip) Semarang bersama Pemerintah Kabupaten Pemalang meresmikan program rumah desalinasi air untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah pesisir utara.

TABLOIDELEMEN.com – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bersama Pemerintah Kabupaten Pemalang meresmikan program rumah desalinasi air untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah pesisir utara.

Fasilitas inovatif ini berdiri di Desa Blendung dan Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, sebagai solusi nyata bagi warga yang selama ini kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.

Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, menjelaskan bahwa rumah desalinasi tersebut mengolah air payau menjadi air minum berkualitas tinggi.

Mesin yang terpasang mampu memproduksi sekitar 200 galon per hari untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat.

“Teknologi ini bertujuan memutus ketergantungan warga terhadap pasokan air dari luar daerah, terutama saat musim kemarau melanda,” katanya, Kamis 1 Januari 2026.

Bacaan Lainnya
Milo

Ia menjelaskan, fasilitas ini mencerminkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membawa hasil riset keluar dari laboratorium menuju pemanfaatan praktis.

Undip memastikan inovasi kampus dapat menjawab persoalan mendasar masyarakat melalui kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah.

“Kami berharap kerja sama ini terus berkembang guna memperluas akses air bersih di berbagai titik pesisir lainnya,” katanya.

Bupati Pemalang, Anom Widyantoro, mengapresiasi langkah strategis Undip dalam meningkatkan kualitas hidup warganya.

Ia bahkan telah mencoba langsung hasil olahan mesin tersebut dan mengonfirmasi bahwa air desalinasi memiliki kualitas yang sangat baik.

“Pemerintah Kabupaten akan mendorong pengembangan teknologi serupa di desa-desa lain yang memiliki karakteristik wilayah yang sama,” tegas Anom.

Menurutnya, sinergi antara akademisi dan birokrasi ini menjadi kunci utama dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi yang terjangkau.

Melalui pengoperasian rumah desalinasi tersebut, masyarakat pesisir kini memiliki akses mandiri terhadap sumber kehidupan utama.

“Kami berkomitmen melanjutkan kolaborasi ini untuk melahirkan berbagai program lain yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas,” katanya.

 

 

 

Pos terkait

Milo