TABLOIDELEMEN.com – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) mengambil langkah strategis guna memperluas jangkauan internasionalnya.
Kampus ini menyelenggarakan Pelatihan dan Penguatan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang berlangsung selama dua hari, Senin 26 Januari 2026 hingga Selasa 27 Januari 2026.
Kegiatan berbentuk lokakarya tersebut menghadirkan jajaran pakar dan birokrat guna membedah kebijakan serta teknik pengajaran terkini.
Direktur SEAMEO QITEP in Language, Dr. Brian Arieska Pranata, memaparkan regulasi terbaru mengenai BIPA secara mendalam.
Sementara itu, Ketua APPBIPA Jawa Tengah, Dr. Wati Istanti, M.Pd., berbagi perspektif mengenai keragaman karakter pelajar asing dari berbagai belahan dunia beserta strategi penanganannya.
Pada hari kedua, Assoc. Prof. Santhy Hawanti, Ph.D., yang merupakan perintis BIPA di UMP, mengulas sejarah program tersebut sekaligus memandu sesi praktik mengajar secara langsung.
Para peserta yang terdiri atas ketua program studi, instruktur LDC, hingga dosen lintas departemen, menyerap metode pembelajaran mutakhir demi meningkatkan standar kualitas akademik bagi mahasiswa internasional secara berkelanjutan.
Kepala BKUI UMP, Condro Nur Alim, Ph.D., menegaskan bahwa penyiapan sumber daya pengajar yang kompeten menjadi fondasi utama dalam visi global universitas.
Ia memproyeksikan seluruh program studi di UMP kelak akan memiliki mahasiswa asing, sehingga keberadaan pengajar BIPA yang andal menjadi kebutuhan mendesak.
“Melalui lokakarya ini, kami ingin para pengajar BIPA memiliki kompetensi yang kuat, mampu meningkatkan proses pembelajaran, menggunakan metode paling mutakhir, serta melibatkan seluruh Program Studi di UMP,” kata Condro saat membuka acara.
Dukung Internasionalisasi Kampus Muhammadiyah
Kepala Bagian Program BIPA UMP, Titik Wahyuningsih, S.S., M.Hum., menambahkan bahwa keberhasilan program ini menuntut kontribusi aktif dari seluruh civitas akademika.
Baginya, pemahaman mahasiswa asing terhadap konteks penggunaan bahasa Indonesia secara tepat menjadi tolok ukur kesuksesan pelayanan universitas.
“Kami ingin memberikan wawasan bahwa keberlanjutan program ini adalah tanggung jawab kita semua, agar mahasiswa asing dapat terbantu secara optimal melalui Program BIPA,” tutur Titik.
Melalui penguatan program ini, UMP menunjukkan komitmen besar dalam memposisikan bahasa Indonesia sebagai bahasa akademik yang disegani pada tingkat global.
Universitas berharap mahasiswa internasional tidak sekadar mampu berkomunikasi, namun juga meresapi budaya serta nilai-nilai lokal melalui penguasaan bahasa yang mumpuni.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News

















