TABLOIDELEMEN.com – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi membuka program pembinaan karakter keislaman bagi ribuan mahasiswa baru. Melalui Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI), kampus ini menggelar
Grand Opening Mentoring Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP, Jumat, 25 September 2026.
Acara tersebut menghadirkan jajaran pimpinan LPPI, para mentor, serta peserta yang bersiap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Pendampingan Sebaya Bagi Mahasiswa UMP
Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Pembinaan dan Pengamalan Al Islam Kemuhammadiyahan (PPAIK) LPPI UMP, Achmad Husein, S.Ag., menyampaikan rincian skema pendampingan tahun ini.
Program tersebut mengerahkan ratusan pendamping guna mengarahkan ribuan mahasiswa baru selama masa perkuliahan.
Program mentoring kali ini melibatkan 270 mentor yang akan mendampingi sebanyak 3.168 mentee.
Mentoring ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman keislaman kepada mahasiswa baru agar mereka dalam menjalani kehidupan lebih baik lagi, didampingi oleh mentor-mentor sebaya selama dua semester.
“Dengan pendampingan dari mentor sebaya, dalam diskusi-diskusi akan lebih mudah,” ungkapnya.
Achmad Husein menambahkan, kegiatan ini menjadi pembekalan awal sebelum mahasiswa mengambil mata kuliah Ibadah, Akhlak, dan Muamalah (IAM).
LPPI UMP juga menyediakan program khusus yang menghormati keberagaman bagi mahasiswa non-Muslim.
Mentoring kali ini juga ada beberapa mahasiswa non-Muslim. Untuk yang non-Muslim ada satu kegiatan tersendiri dalam rangka juga untuk menguatkan keyakinan mereka.
“Jadi tidak untuk mengajak mereka jadi Muslim, tapi sesuai dengan keyakinan mereka,” tambahnya.
Penguatan Karakter Islami Mahasiswa UMP
Ketua LPPI UMP, Dr. Asep Daud Kosasih, S.Pd., M.Ag., menjelaskan fokus utama pembinaan ini.
Pengelola program merancang kegiatan rutin untuk meningkatkan kompetensi Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
“Dalam mentoring ini nantinya akan terdapat aktivitas penguatan kompetensi AIK. Sekaligus pembiasaan karakter keislaman sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah,” katanya.
Pihak kampus menargetkan keseimbangan antara pencapaian akademik dan integritas moral.
Pola pendampingan ini mendorong mahasiswa agar mampu mengaplikasikan ajaran agama dalam keseharian.
“Harapannya mahasiswa UMP tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga secara karakter. Setelah itu mereka akan jadi lebih paham lagi dalam memahami nilai-nilai ajaran Islam, menghayati, serta meningkat dalam pengamalannya,” tuturnya.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita




















