Tradisi tahlilan
Dalam tradisi tahlilan terdapat suatu kebiasaan di tengah masyarakat yakni sedekah makanan dan kirim doa pada mayit di dalam kubur.
Sedekah makanan & kirim doa pada mayit, saat tahlilan hari ketujuh & ke-40 , sudah diamalkan sejak dahulu dengan landasan riwayat dari Ahmad bin Hambal
روى أحمد بن حنبل في الزهد وأبو نعيم في الحلية عن طاوس أن الموتى يفتنون في قبور هم سبعا فكانوا يستحبون أن يطعموا عنهم تلك الأيام إسناده صحيح وله حكم الرفع وذكر ابن جريج في مصنفة عن عبيد بن عمير أن المؤمن يفتن سبعا والمنافق أربعين صباحا وسنده صحيح أيضا (شرح السيوطي على مسلم ج ٢/٤٩١)
Ahmad bin Hambal dalam kitabnya az-Zuhud & Abu Nu’aim pada kitabnya al-Hilyah meriwayatkan dari Thawus, “Sungguh orang-orang mati mendapat ujian di dalam kuburnya selama 7 hari.
Maka para sahabat senang untuk memberikan sedekah pada tujuh haru tersebut”. Sanad riwayat ini shahih dan berstatus hadi marfu’.
Ibnu Juraij dalam Mushannaf menyebutkan dari Ubad bin Amir; “Sungguh orang mukmin mendapat ujian di kubur selama 7 hari & orang munafiq selama 40 hari . Sanadnya juga shahih“.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google News








