Tradisi Tahlilan, Ini Pengertian dan Dalilnya

Tradisi Tahlilan
Tradisi Tahlilan

Dalil Tahlilan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” جَدِّدُوا إِيمَانَكُمْ “. قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَكَيْفَ نُجَدِّدُ إِيمَانَنَا ؟ قَالَ : ” أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Artinya:

Dari Abi Hurairah RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda: Perbaruilah iman kalian. Para sahabat bertanya, “Bagaimana kami memperbarui iman kami ya Rasullah?’ Beliau Menjawab: “Perbanyaklah mengucapkan La Illaaha Illahllah”

Susunan bacaan tahlilan bersumber dari dalil dan ijtihad ulama. Maka, sudah pasti bukanlah perbuatan bid’ah. Adapun surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas dan Al-Mu’awwidzatain bersumber dari fatwa Imam Ahmad, yang berbunyi :

Anjuran membaca Al-Qur’an di kubur. Ahmad berkata “Jika masuk kubur bacalah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas. Hadiahkan untuk ahli kubur, maka akan sampai.

Bacaan Lainnya
Promo Cleo 1 Liter

Inilah kebiasaan sahabat Anshar yang bolak-balik kepada orang yang meninggal dari golongan mereka dengan membaca Al-Qur’an”

ﻗﺎﻝ اﻟﺮﻫﻮﻧﻲ ﻭاﻟﺘﻬﻠﻴﻞ اﻟﺬﻱ ﻗﺎﻝ ﻓﻴﻪ اﻟﻘﺮاﻓﻲ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﻌﻤﻞ ﻫﻮ ﻓﺪﻳﺔ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﺳﺒﻌﻴﻦ ﺃﻟﻒ ﻣﺮﺓ ﺣﺴﺒﻤﺎ ﺫﻛﺮﻩ اﻟﺴﻨﻮﺳﻲ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻫﺬا اﻟﺬﻱ ﻓﻬﻤﻪ ﻣﻨﻪ اﻷﺋﻤﺔ

Imam Ar-Rahmi berkata: ‘Tahlil  oleh al-Qarafi untuk amalan adalah doa fidyah La ilaha illa Allah sebanyak 70.000 kali, sesuai as-Sanusi dan lainnya. Pemahaman Inilah oleh para Imam”

Tinggalkan Balasan