Tangine Seni Budaya Purbalingga, Pendopo Dipokusumo Terbuka untuk Rakyat

Tangine Seni Budaya Purbalingga
Tangine Seni Budaya Purbalingga

TABLOIDELEMEN.com – Acara Tangine Seni Budaya Purbalingga menyedot ribuan warga memadati Pendopo Dipokusumo, Minggu 14 September 2025.

Pagelaran singkat sekitar empat jam, menampilkan perpaduan seni tradisi.

Yakni Wayang Semi Sandosa, tarian, monolog sejarah, hingga lengger Banyumasan.

Gending Soran menjadi pembuka rangkaian acara Tangine Seni Budaya Purbalingga.

Tari Gambyong Pari Anom menyambut kedatangan Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif bersama Wabup Dimas Prasetyahani.

Bacaan Lainnya
 Tahun Baru 2026

Pada inti acara, Dalang Ki Tuwuh Permana Jati membawakan pagelaran wayang kulit, dengan prolog karawitan yang iringan gamelannya dimainkan Bupati dan Wabup.

Tangine Seni Budaya Purbalingga

Tidak hanya wayang, penampilan lain juga menyemarakkan acara.

Fragmen cerita dengan pertunjukan Budalan Kuda Kepang, Monolog/Wedar Sujarah oleh budayawan Agus Sukoco.

Lalu lagu Wis Wayahe oleh Mas Sigit Blewuk menjadi penutup acara.

Bupati Fahmi menegaskan konsep ‘Pendopo untuk Rakyat’ benar-benar diwujudkan melalui kegiatan ini.

Pendopo ini sebagai ruang bagi masyarakat dari berbagai golongan dan berbagai bidang, tidak hanya untuk golongan dan bidang tertentu saja.

“Saya ingin sekali pendopo ini hangat. Masyarakat dapat memanfaatkan untuk berbagai sektor yang ada,” katanya.

Ia menambahkan, dengan mengusung tema “Tangine Seni Budaya”, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berkomitmen untuk membangun Purbalingga yang menyentuh berbagai sector.

Termasuk pembangunan di bidang budaya, demi menjaga kelestarian budaya dan berbagai filosofi yang ada di dalamnya.

Selain sarana hiburan, harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seni budaya.

Bupati optimistis acara ini menjadi awal kebangkitan budaya di Purbalingga.

Ia menceritakan gagasan Tangine lahir ketika merapikan aset di Pendopo Dipokusumo dan menemukan seperangkat gamelan perunggu bernilai tinggi.

“Dari sini, saya mendapat masukan dari pegiat seni budaya untuk menghidupkan kembali aktivitas seni budaya di Pendopo Dipokusumo ini,” katanya.

Bupati Fahmi juga berjanji, Tangine Seni Budaya akan terselenggara rutin setiap 35 hari sekali, bertepatan dengan weton Bupati Fahmi.

“Jadi ini acara perdana yang luar biasa. Maka insyaallah, bapak/ibu akan kita laksanakan setiap 35 hari sekali di Pendopo Dipokusumo ini,” tegas Bupati.

Ke depan, setiap edisi Tangine Seni Budaya akan menghadirkan sanggar berbeda dengan ragam pertunjukan seni budaya yang variatif.

Pemkab Purbalingga pun membuka ruang kolaborasi bagi seniman dan budayawan lokal untuk menampilkan karya terbaik mereka.

 

 

Pos terkait