Tangine Seni Budaya Purbalingga
Pagelaran Tangine Seni Budaya Purbalingga berlangsung singkat sekitar empat jam, menampilkan perpaduan seni tradisi.
Yakni Wayang Semi Sandosa, tarian, monolog sejarah, hingga lengger Banyumasan.
Gending Soran menjadi pembuka rangkaian acara Tangine Seni Budaya Purbalingga.
Tari Gambyong Pari Anom menyambut kedatangan Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif bersama Wabup Dimas Prasetyahani.
Pada inti acara, Dalang Ki Tuwuh Permana Jati membawakan pagelaran wayang kulit, dengan prolog karawitan yang iringan gamelannya dimainkan Bupati dan Wabup.
Tidak hanya wayang, penampilan lain juga menyemarakkan acara.
Fragmen cerita dengan pertunjukan Budalan Kuda Kepang, Monolog/Wedar Sujarah oleh budayawan Agus Sukoco.
Lalu lagu Wis Wayahe oleh Mas Sigit Blewuk menjadi penutup acara.
Bupati Fahmi menegaskan konsep ‘Pendopo untuk Rakyat’ benar-benar diwujudkan melalui kegiatan ini.
Pendopo ini sebagai ruang bagi masyarakat dari berbagai golongan dan berbagai bidang, tidak hanya untuk golongan dan bidang tertentu saja.
“Saya ingin sekali pendopo ini hangat. Masyarakat dapat memanfaatkan untuk berbagai sektor yang ada,” katanya.
Ia menambahkan, dengan mengusung tema “Tangine Seni Budaya”, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berkomitmen untuk membangun Purbalingga yang menyentuh berbagai sector.
Termasuk pembangunan di bidang budaya, demi menjaga kelestarian budaya dan berbagai filosofi yang ada di dalamnya.
Selain sarana hiburan, harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seni budaya.
Bupati optimistis acara ini menjadi awal kebangkitan budaya di Purbalingga.
Ia menceritakan gagasan Tangine lahir ketika merapikan aset di Pendopo Dipokusumo dan menemukan seperangkat gamelan perunggu bernilai tinggi.
“Dari sini, saya mendapat masukan dari pegiat seni budaya untuk menghidupkan kembali aktivitas seni budaya di Pendopo Dipokusumo ini,” katanya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News
















