TABLOIDELEMEN.com – SMP Negeri 2 Purbalingga menutup tahun 2025 dengan panen prestasi yang mengesankan.
Para siswa mengumpulkan pundi-pundi keunggulan dalam bidang olahraga sepanjang akhir November 2025.
Ada dua raihan prestasi menonjol, Tim Bola Basket Spendaga berhasil membawa pulang piala juara 1 Purbalingga Basketball League (PBL) 2025, menegaskan dominasi mereka di lapangan.
Terbaru, Gita Oktaviani siswa kelas 7A, juga membawa pulang medali juara 1 Kejuaraan Daerah (Kejurda) ke-11 Tapak Suci Purbalingga.
Pesilat putri pasangan Darisman dan Musriyah ini, berhasil berjaya dalam kegiatan yang Pimda Tapak Suci 066 Purbalingga selenggarakan di GOR Sasana Krida Perwira, Sabtu 29 November 2025 hingga Minggu 30 November 2025.
Dalam babak semifinal, Gita menumbangkan pesilat dari MTs Muhammadiyah 06, sebelumnya babak penyisihan mengalahkan pesilat dari SMP Negeri 1 Pengadegan.
“Alhamdullilah. Dalam babak final, Gita berhasil menumbangkan teman pesilat dari MTs Muhammadiyah 09,” kata pesilat asuhan pelatih Dea Rizkiana ini, Senin 1 Desember 2025.
Gita menuturkan, prestasi puncak ini tidak lepas dari latihan keras sebelum bertanding.
Ia melaksanakan latihan rutin di MTs Muhammadiyah 01 Purbalingga mulai bulan September 2025.
Selain itu, ia mengikuti latihan gabungan intensif di SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga setiap hari Minggu selama bulan Oktober.
“Gita mengucapkan terima kasih kepada pelatih, kepala sekolah, dan para guru. Tentunya untuk orang tua yang telah mendukung serta mengantar jemput pada saat latihan,” ungkapnya.
Kepala SMP Negeri 2 Purbalingga, Soderi, menyampaikan ucapan selamat atas prestasi gemilang Gita Oktaviani.
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil latihan yang konsisten sejak bulan September bersama pembina, serta dukungan penuh dari orang tua yang selalu mendampingi dan memotivasi.
Soderi berharap prestasi ini menjadi awal perjalanan yang lebih gemilang, sekaligus inspirasi bagi siswa lain untuk terus berusaha dan berprestasi.
“Pesan untuk ananda Gita agar terus berlatih, tetap rendah hati, dan jadilah teladan bagi teman-teman,” tegasnya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News
















