TABLOIDELEMEN.com – Para seniman dan budayawan menolak keras rencana pembangunan Koperasi Merah Putih pada kompleks Taman Budaya Soetedja, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Alih-alih membangun koperasi, komunitas seni justru menuntut Pemerintah Kabupaten Banyumas melengkapi fasilitas penunjang pementasan sesuai rencana awal, seperti asrama seniman serta ruang pameran.
Koordinator Forum Seniman dan Budayawan Peduli Taman Budaya Soetedja, Rohadi mengatakan, pihaknya menginginkan lokasi Jalan Pancurawis, Kelurahan Purwokerto Kidul tersebut, murni mengalir untuk kegiatan kesenian dan kebudayaan.
“Kami tidak menolak berdirinya Koperasi Merah Putih wilayah Kelurahan Purwokerto Kidul, tapi yang kami tolak adalah pendiriannya area Taman Budaya Soetedja,” tegasnya
Menurut Rohadi, proyek tersebut akan menempati sisi selatan Gedung Soetedja yang kini telah memiliki patok pembatas.
Rencana ini mengejutkan sekaligus mengusik ketenangan para pegiat seni dan budaya setempat yang sedang giat menghidupkan ekosistem kreatif.
“Kami sangat terusik karena selama ini sedang bangga-bangganya mempunyai taman budaya, mulai berkembang, juga kegiatannya sudah mulai padat,” ujar Rohadi.
Kekecewaan massa menguat karena pemangku kebijakan tidak melibatkan komunitas seni dalam pembahasan proyek.
“Ini sangat mengejutkan sekali. Walaupun dengan alasan kehendak masyarakat, masyarakat yang mana? Kami masyarakat seni budaya Banyumas itu ribuan. Ribuan yang mengharapkan serta berkeinginan mempunyai taman budaya sebagai kebanggaan Banyumas,” kata Rohadi.
“Teman-teman sangat kecewa dengan kebijakan yang tidak menyertakan kami. Kami tidak turut serta pembahasan rencana pembangunan gedung Koperasi Merah Putih itu,” imbuhnya
Menyikapi masalah ini, forum seniman tengah menggalang dukungan luas lintas komunitas guna mengirim surat keberatan resmi kepada bupati dan legislatif.
Segenap seniman berkomitmen mengawal area ini karena kompleks tersebut lahir dari perjuangan panjang pasca-perobohan gedung lama beberapa tahun silam.
“Ini baru awal perjuangan, kami akan terus berjuang. Sejarahnya Taman Budaya adalah hasil perjuangan ketika Soetedja runtuh akibat ulah pihak yang mengubahnya menjadi pasar,” tegasnya.
Kalau setelah menjadi Taman Budaya kami akan mendapat penghianatan lagi, kami tidak mau merasakannya untuk kedua kali,” cetus Rohadi.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita


















