Purbasari Pancuran Mas Purbalingga Sambut Wisatawan Lebaran Tanpa Kenaikan Tiket

Taman Wisata Pendidikan (TWP) Purbasari Pancuran Mas Purbalingga siap menyambut lonjakan wisatawan pada masa libur Lebaran 2026.
Taman Wisata Pendidikan (TWP) Purbasari Pancuran Mas Purbalingga siap menyambut lonjakan wisatawan pada masa libur Lebaran 2026.

TABLOIDELEMEN.com –Taman Wisata Pendidikan (TWP) Purbasari Pancuran Mas yang terletak di Desa Purbayasa, Kecamatan Padamara, menyatakan kesiapan penuh untuk menyambut lonjakan wisatawan pada masa libur Lebaran 2026.

Pengelola objek wisata unggulan di Kabupaten Purbalingga ini telah menuntaskan berbagai tahap pembenahan serta perawatan wahana guna menjamin kenyamanan para pengunjung.

Manajemen Purbasari Pancuran Mas membawa kabar menggembirakan bagi para pemudik dan masyarakat lokal terkait kebijakan tarif.

Direktur Purbasari Pancuran Mas, Junjung SE, menegaskan bahwa pihaknya tidak menaikkan harga tiket masuk selama periode libur panjang tersebut.

Pengunjung cukup membayar Rp30 ribu untuk menikmati seluruh fasilitas yang tersedia, sama seperti tarif pada hari biasa.

Bacaan Lainnya
Promo Cleo 1 Liter

“Meskipun kami menambah wahana baru yakni akuarium Kansae, harga tiket tetap. Mudah-mudahan ini bisa menambah semangat bagi para pengunjung,” tutur Junjung

Wahana Baru Bertema Jepang

Kehadiran akuarium Kansae menjadi magnet utama tahun ini.

Wahana tersebut menyuguhkan eksotisme berbagai jenis ikan mancanegara yang berenang dalam akuarium tabung berukuran raksasa.

Pengelola mengemas ruangan tersebut dengan ornamen artistik bergaya Jepang, sehingga menciptakan atmosfer yang unik dan menarik bagi para pemburu swafoto maupun pencinta edukasi satwa air.

Selain Kansae, tiket masuk tersebut sudah mencakup akses ke River World, Akuarium Toyoshuka, Istana Burung, hingga kolam renang waterboom.

Para tamu juga dapat mengunjungi area konservasi rusa serta taman bermain anak yang luas dalam satu kawasan terpadu.

Fasilitas Hiburan dan Penginapan

Melengkapi pengalaman berwisata, pihak pengelola menyajikan hiburan musik langsung yang menampilkan perpaduan grup band modern dan kesenian tradisional setiap harinya.

Sektor kuliner pun mendapat perhatian serius melalui penyediaan stan makanan yang melibatkan pelaku UMKM serta merek ternama.

Junjung menjamin tidak akan ada praktik “tembak harga” yang merugikan wisatawan di area makan.

“Pengunjung tidak perlu khawatir soal harga makanannya. Bisa dipilih sesuai selera. Harga makanan akan dicantumkan dengan transparan,” tuturnya.

Bagi wisatawan luar kota, tersedia 18 kamar penginapan bernuansa pedesaan yang asri dengan harga sewa yang tetap kompetitif dan terjangkau bagi kantong keluarga.

 

 

 

Pos terkait