Purbalingga Targetkan Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pariwisata Tahun 2027, Fokus Ekonomi Lokal

Forum membahas penyusunan RKPD Tahun 2027 ini berlangsung di Aula Kecamatan Purbalingga, Jumat  27 Februari 2026, dengan melibatkan perwakilan dari wilayah Daerah Pemilihan I.
Forum membahas penyusunan RKPD Tahun 2027 ini berlangsung di Aula Kecamatan Purbalingga, Jumat  27 Februari 2026, dengan melibatkan perwakilan dari wilayah Daerah Pemilihan I.

TABLOIDLEMEN.com – Pemerintah Kabupaten Purbalingga menetapkan tahun 2027 sebagai periode krusial untuk memacu pembangunan daerah.

Fokus utama tertuju pada penguatan infrastruktur strategis serta pengembangan sektor pariwisata guna menciptakan lapangan kerja dan memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat di seluruh wilayah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Purbalingga, Nugroho Priyo Pratomo, memaparkan visi tersebut dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Tahun 2026.

Forum yang membahas penyusunan RKPD Tahun 2027 ini berlangsung di Aula Kecamatan Purbalingga, Jumat  27 Februari 2026, dengan melibatkan perwakilan dari wilayah Daerah Pemilihan I.

Nugroho menegaskan bahwa pola pembangunan masa depan menuntut perubahan paradigma.

Bacaan Lainnya
Kartini 21 April 2026

Ia menilai koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama agar program kerja tidak berjalan secara terpisah.

Pembangunan harus berlangsung secara kolektif serta mengacu pada pencapaian yang memberi manfaat konkret bagi warga.

“Pendekatan sektoral yang berjalan sendiri-sendiri sudah tidak memadai. Kita membutuhkan orkestrasi pembangunan yang kolaboratif dan berbasis hasil,” katanya.

Menurutnya, Pemkab Purbalingga memandang infrastruktur bukan sekadar bangunan fisik.

Prioritas anggaran menyasar pada proyek yang mampu menggerakkan ekonomi, mempermudah mobilitas.

Serta mengoptimalkan pelayanan publik. Harapannya, aksesibilitas yang lebih baik akan otomatis mendongkrak taraf hidup masyarakat.

“Sektor pariwisata turut menempati posisi sentral dalam peta jalan pembangunan tersebut,” tegasnya.

Nugroho mendorong agar destinasi wisata mampu menjadi motor pemerataan ekonomi lokal.

Ia berharap pelaku UMKM dan pengrajin setempat mendapatkan ruang untuk berkembang di sekitar kawasan wisata.

“Pengelola wisata silakan mengusulkan kebutuhan pengembangan, baik akses jalan, amenitas, maupun fasilitasi UMKM agar produk lokal bisa dipasarkan di kawasan wisata,” kata Nugroho.

Pos terkait

Kartini 21 April 2026