Pramuka Peduli Kwarda Jateng Kunjungi Lokasi Banjir Bandang di Dusun Kaliurip Purbalingga

Ketua Kwarcab Purbalingga, Kak Tri Gunawan Setyadi mendampingi Andalan Daerah Urusan Pengabdian Masyarakat (Abdimas) dan juga pengurus Pramuka Peduli (Pramuli)  Kwarda Jawa Tengah, Kak Eko Gustini Wardani Pramukawati meninjau langsung kegiatan Pramuka Peduli Purbalingga di lokasi bencana alam banjir bandang di Dusun Kaliurip, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Senin, 26 Januari 2026.
Ketua Kwarcab Purbalingga, Kak Tri Gunawan Setyadi mendampingi Andalan Daerah Urusan Pengabdian Masyarakat (Abdimas) dan juga pengurus Pramuka Peduli (Pramuli)  Kwarda Jawa Tengah, Kak Eko Gustini Wardani Pramukawati meninjau langsung kegiatan Pramuka Peduli Purbalingga di lokasi bencana alam banjir bandang di Dusun Kaliurip, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Senin, 26 Januari 2026.

Simbol Koin Bumbung Kemanusiaan

Menariknya, sumber dana bantuan ini berasal dari gerakan “Bumbung Kemanusiaan” yang menghimpun koin-koin kecil dari seluruh anggota Pramuka.

Kak Eko Gustini menceritakan bagaimana uang pecahan seratus hingga dua ratus rupiah terkumpul dari saku para anggota Siaga, Penggalang, hingga Pembina.

“Hal ini membuktikan bahwa kepedulian tidak mengenal batasan usia maupun jumlah nominal, melainkan ketulusan untuk saling memanggul beban,” katanya.

Sembari meninjau lahan produktif yang kini rata dengan tanah, Eko Gustini menyampaikan keprihatinan yang mendalam.

Ia memandang bencana ini sebagai teguran agar manusia lebih mawas diri dan mencintai alam secara utuh.

Bacaan Lainnya

Baginya, alam memiliki daya rekam yang kuat terhadap setiap perilaku manusia.

Ketika manusia mengabaikan tanggung jawab menjaga lingkungan, alam akan “menyapa” dengan caranya sendiri, seperti melalui hujan deras dan longsor yang kini melanda pemukiman.

“Kami senantiasa mengajak masyarakat kembali meresapi Dasadarma kedua, yaitu cinta alam dan kasih sayang sesama manusia,” katanya.

Kesadaran untuk menyelaraskan ide, kata, dan perbuatan dengan kelestarian alam menjadi solusi jangka panjang agar musibah serupa tidak terulang kembali.

“Pramuka harus menjadi pelopor dalam gerakan mencintai bumi, bukan hanya saat bencana datang, tetapi dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ketua Kwarcab Purbalingga, Kak Tri Gunawan Setyadi, menyambut hangat dukungan langsung dari tingkat provinsi tersebut.

Menurutnya, ucapan penyemangat memiliki nilai yang sama berharganya dengan bantuan fisik bagi mereka yang baru saja kehilangan harta benda maupun orang terkasih.

Ia juga mengapresiasi jajaran Kwarda Jateng yang turun membelah medan sulit demi menjangkau lokasi bencana.

“Sinergi ini mempertegas identitas Pramuka sebagai organisasi yang selalu hadir dalam setiap krisis kemanusiaan, membawa harapan di tengah hamparan lumpur Kaliurip,” katanya.

 

Pos terkait